Dalam sebuah seminar mengenai digital marketing, dipaparkan data bahwa di Indonesia, jumlah nomor telepon seluler ternyata sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia sendiri. Artinya, hampir setiap orang menggunakan lebih dari satu telepon seluler untuk berkomunikasi. Demikian juga dengan jumlah kendaraan di sebuah keluarga. Tidak jarang kita menjumpai keluarga yang memiliki lebih dari satu kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Tampaknya kita memang sudah terhanyut pada budaya konsumerisme yang demikian dahsyat. Benda-benda seperti sepatu, tas, pakaian, dan berbagai perangkat yang tadinya fungsional, sekarang beralih menjadi sebuah hobi ataupun prestise. Tidak jarang bahkan kita sampai rela antre berjam-jam demi mendapatkan koleksi terbarunya. Sejauh apa kepuasan yang kita dapatkan dari keberhasilan mendapatkan koleksi terbaru itu? Bukankah yang baru juga sebentar lagi akan menjadi usang? Sampai kapankah rasa puas itu bisa bertahan dalam diri individu?

Dampak dari keinginan yang bertubi-tubi ini menjadikan individu tidak pernah puas dan juga tidak mampu mengontrol diri. Ada juga yang menjadi begitu tergila-gila akan kekuasaan dan kemudian menggunakan panggung politik sebagai kendaraannya. Lalu, sering kali lupa kepada misi awal mereka sebagai politikus yang katanya untuk menyejahterakan rakyat. Keinginan ini bahkan bisa menjadikan individu menjadi sangat agresif, melupakan etika dan akhlak moral, sampai kemudian bisa-bisa tidak tahu lagi apa yang sebetulnya ia butuhkan di dalam hidupnya. Selain itu, tidak bisa membedakan mana yang merupakan kebutuhan kelompok dan mana yang merupakan kebutuhannya pribadi.

Apakah dunia modern dengan semakin beragamnya, berkembangnya produk dan teknologi memang semakin membuat kita manusia tidak mengenal apa yang kita inginkan, butuhkan dan pentingkan? Sebenarnya, semakin tinggi mutu kita sebagai manusia, semakin tinggi pula kemampuan kita untuk membedakan antara keinginan, atau preferensi dengan kebutuhannya. Orang yang dewasa, sebenarnya tahu bagaimana memilih antara apa yang betul-betul dibutuhkannya dengan keinginannya, serta alasan pengambilan keputusannya. Namun, kita sering membiarkan sistem pemenuhan kita ini meleset.

Kita ingin lebih sehat, tetapi alih-alih meningkatkan aktivitas dengan berolahraga, kita lebih banyak menghabiskan waktu berbelanja pakaian olahraga dan aksesorisnya, membeli buku-buku terkait atau sekedar membicarakan tentang olah raga dengan teman. Demikian pula dalam dunia bisnis. Kita menciptakan sistem, perangkat online, prosedur untuk kepentingan yang katanya berfokus pada pelanggan, tetapi sesungguhnya fokus kita hanya pada membangun perangkat yang bisa meningkatkan prestise, bukan membangun hubungan dengan pelanggan. Semakin tinggi tingkat kebutuhan kita sebagai manusia, semakin tinggi juga kemungkinan kita untuk berbahagia. Mengenali dan membedakan kebutuhan bisa diibaratkan berjalan di hutan gelap dengan kompas di tangan. Kita akan bisa menentukan mana yang merupakan keinginan dan kebutuhan yang sehat, mana yang berlebihan dan merugikan.

Sadar kebutuhan
Abraham Maslow, pencetus teori kebutuhan, sebenarnya membedakan antara kebutuhan yang sangat jelas defisiensinya seperti sandang, pangan, papan, kasih sayang, perhatian dan respek dengan kebutuhan untuk memenuhi jati diri. Biasanya bila kebutuhan defisiensi sudah terpenuhi, rangsangan untuk memenuhi kebutuhan jati diri mulai muncul. Oleh Maslow, kebutuhan ini sering disebut sebagai kebutuhan untuk being atau aktualisasi diri, yang antara lain adalah mengejar keadilan, integritas, keindahan, kreativitas.

Motivasi individu berkaitan dengan keinginan atau pilihan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan. Motivasi ini bisa saja didorong oleh kebutuhan yang memang penting, tetapi bisa juga tidak jelas, berlebihan, tidak tulus atau tidak sehat lagi. Keinginan kasih sayang yang berlebihan bisa memotivasi seseorang untuk berbuat curang, bahkan tidak segan-segan membunuh. Demikian pula keserakahan akan kebutuhan material bisa menyebabkan motivasi untuk berbuat tamak, tanpa memperhatikan kualitas jati diri. Jadi, apakah ada hal yang bisa membendung dan membantu kita mengerem sejenak dan memilah-milah, mana kebutuhan yang benar-benar menanggulangi defisiensi dan mana yang sebetulnya bisa kita kita redam?

Peranan sistem nilai
Dalam perjananan hidup individu, kita banyak diperkenalkan dengan nilai-nilai yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, keadilan, nasionalisme dan kemanusiaan. Sistem nilai ini yang sebetulnya banyak berpengaruh pada kebahagiaan seseorang. Mengapa? Nilai yang kita junjung tinggi, dan membangkitkan motivasi untuk berbuat sesuai dengannya, akan membuat individu menuju ke depan, bukan sekedar berhenti seperti halnya pemenuhan kebutuhan. Kita butuh hiburan, menonton film, bahkan mungkin bisa lebih dari satu, tetapi kita bisa saja tidak merasa terpenuhi bahkan merasa lelah. Kita bisa membeli kasur, tapi bukan rasa nyenyak. Kita bisa membeli rumah tapi bukan kemesraan dalam keluarga.
Lain halnya dengan kalau kita mengetahui “panggilan” kita yang didasarkan pada nilai kita. Kita menganggap bahwa mengajar adalah tindakan yang mulia. Oleh karena itu, kita akan merasa bahagia setiap kali kita bisa mengajar. Needs are filled; values are fulfilled. Kebutuhan itu untuk saya penuhi, sementara nilai akan memperkuat diri saya. Mungkin hal inilah yang sudah sering kita sepelekan. Sampai-sampai nasionalisme sebagai sumber energi negara kita perdebatkan dan sudah seolah-olah asing dalam kehidupan modern kita. The ultimate value of life depends upon awareness and the power of contemplation rather than upon mere survival (Aristotle).

Dimuat dalam KOMPAS, 27 Agustus 2016

 

BAGIKAN
Artikel SelanjutnyaThe Fed Bersin, BI Meriang

70 KOMENTAR

  1. Viki Andi Wiyono. 1610109945.
    menurut saya, budaya konsumerisme sangat tidak baik untuk kita… konsumerisme membuat kita malas berinovasi dan berpikir kreatif. sehingga akan terbentuk generasi yg hanya mementingkan apa2 yg dia gunakan saja tanpa terpikir untuk melakukan hal hal yg bermanfaat untuk dirinya dan orang banyak.sehingga akan cenderung hedonisme. konsumerisme membentuk generasi yg malas berinovasi sehingga lambat laun akan menghancurkan bangsa ini.

  2. Wigga Yustiawan Prakoso
    1610109869 Sax2

    Menurut saya konsumerisme pada masyarakat sekitar menjadi gaya hidup seperti menjadi lifestyle mencoba mandapatkan hal baru agar terlihat tidak ketinggalan jaman walaupun barang yg sebelumnya kita gunakan masih dapat digunakan dengan baik, Bukan kebutuhan akan teknologi namun kepuasan pribadi untuk mendapatkan hal baru agar tidak ketinggalan jaman.

    Untuk didalam diri saya, dikeluarga saya sendiri terdapat 3 sepeda motor 1 untuk saya 1 bapak dan Ibu, walaupun terlihat boros namun itu kebutuhan yg tidak bisa dihindarkan akan kendaraan karena kami masing2 berkerja dan tempat kerja kami berbeda jam masuknya sehingga harus memiliki kendaraan masing2. Sikap konsumenarisme sendiri juga tergantung hidup dan kasta masyarakat jika masyarakat itu mampu mereka cenderung memuaskan keinginan mereka untuk memiliki hal yg lebih dan baru, namun jika masyarakat yg cukup dalam hal kebutuhan tidak akan mengejar kepuasaan atau keinginan walaupun hal itu ada..

    Banyak masyarakat kelas atas hanya mementingkan keinginan bukan kebutuhan sedangkan masyarakat menengah kebawah lebih mementingkan kebutuhan dahulu.

  3. Viki Andi Wiyono. 1610109945.
    menurut saya, budaya konsumerisme sangat tidak baik untuk kita… konsumerisme membuat kita malas berinovasi dan berpikir kreatif. sehingga akan terbentuk generasi yg hanya mementingkan apa2 yg dia gunakan saja tanpa terpikir untuk melakukan hal hal yg bermanfaat untuk dirinya dan orang banyak.sehingga akan cenderung hedonisme. konsumerisme membentuk generasi yg malas berinovasi sehingga lambat laun akan menghancurkan bangsa ini.

  4. Menurut saya, kebutuhan manusia tidak lah terbatas karena manusia mempunyai rasa tidak puas terhadap apa yang dia punya. Begitu pun juga saya , saya sendiri juga pernah tidak puas dengan apa yang saya punya, tetapi saya menyadari bahwa semua itu bukan kebutuhan tapi cuma untuk pajangan.

    Mohamad Wahyu Purnomo Aji
    1610110301

  5. Saya berpendapat bahwa sifat konsumerisme yang berlebihan adalah suatu polah hidup yang memiliki nilai negatif. Hal ini di karena kan sifat konsumerisme lebih cenderung mengkonsumsi atau membeli barang dan jasa diluar batas kebutuhan pokoknya. Sifat konsumerisme juga memberikan sifat ketergantungan atas ketidakpuasan diri dan tidak bisa mengontrol dalam mengkonsumsi suatu produk barang atau jasa.

  6. Nama : indah susetyowati
    Kelas : 1610109889

    Menurut pendapat saya konsumerisme di sekitar saya memang kebanyakan seperti yang dibahas pada artikel diatas,kebanyakan dari orang-orang sekitar saya atau diri saya sendiri lebih banyak suka memenuhi keinginan dari pada kebutuhan karena mungkin faktor individunya sendiri ataupun faktor lingkungan yang mempengaruhi sikap konsumtif yang terjadi sekitar saya,mungkin hal2 ini sudah jadi kebiasaan dari dulu atau memang sudah jadi sifat dari masing-masing individu

  7. Malinda Putri I (SAx1 – 1610109866)

    Jawaban :
    Menurut pendapat saya konsumerisme yg terjadi baik disekitar saya maupun yang terjadi dalam diri saya sendiri ialah perilaku konsumerisme yg sangat tinggi (boros). Terkadang orang suka berbelanja bahkan membeli barang yang kurang mereka perlukan.

  8. Menurut saya, konsumerisme merupakan masa penuh gejolak emosi dan ketidakseimbangan diri sendiri. sehingga mereka mudah terkena pengaruh lingkungan memberi kita klaim pada rasa pede dan eksklusif yg berlebihan

    Nama: Lutfia fara
    NPM: 1610109946

  9. Nama : Zilvia Intan Aryani
    NPM : 1610110052
    Jadi menurut saya semuanya itu tergantung pola pikir/menset dari diri sendiri. Karena sejatinya manusia lebih mementingkan keinginan nya daripada kebutuhan. Mereka lebih merasa puas ketika keinginan nya sudah tercapai semua ketimbang kebutuhannya sudah terpenuhi. Karena manusia lebih menjunjung tingkat komensarisme nya dan selalu merasa kurang ketika mempunyai sesuatu. Apalagi ketika manusia itu memiliki banyak uang, mereka bakal dengan mudahnya menghambur”kan untuk membeli barang” yang sebenarnya bukan termasuk kebutuhan mereka tanpa memperdulikan orang lain diluar sana yg kehidupannya serba kekurangan. Sebaiknya kita sebagai pribadi diri sendiri membatasi akan hal itu, boleh kita membeli sesuatu untuk keinginan kita tetapi harus tau batasan” nya.

  10. Dinda Yuliana Handayani
    1610110050
    2 SAx-1

    Menurut saya konsumerisme yang terjadi saat ini memang sangat berlebihan tetapi saya sendiri mengalaminya bahwa saya lebih mengutamakan keinginan saya daripada apa yang saya butuhkan..
    Produk baru yang saya inginkan memang akan usang tetapi jika saya bisa dapatkan produk tersebut saya akan merasa puas.
    Kepuasan seseorang tidak akan ada batas nya jika suatu perusahaan mengeluarkan produk terbaru nya dengan inovasi yang bermacam-macam
    Jadi hanya seseorang itu sendiri yang dapat merubah perilaku konsumerisme yang berlebihan.
    Terima kasih

  11. Veny Septia Andini
    1610109944 / sax-2

    menurut pendapat saya dengan melihat keadaan disekitar saya, zaman sekarang terutama anak muda seringkali mementingkan keinginan dari pada kebutuhan. Contohnya zaman sekarang yang lagi hits pakai hp dengan merk iphone, dan mereka berupaya untuk punya. Padahal hp dengan merk apapun punya fungsi yang sama, dengan demikian bisa disebut bahwa mereka lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.
    Arti keinginan menurut saya adalah suatu hasrat untuk ingin memiliki meskipun kita belum tentu butuh. Sedangkan kebutuhan adalah sesuatu yang dibutuhkan dan sudah pasti di inginkan. Manusia memang tidak pernah puas akan segala hal, tetapi ada kalanya tetap memprioritaskan kebutuhan kita daripada keinginan kita.

  12. Menurut saya, konsumerisme dari pernyataan diatas memang benar. Saya sendiri juga merasakannya dan menurut saya itu hal yang wajar karena kebutuhan tiap orang sangatlah berbeda dan bergantung juga dari penghasilannya. Semakin banyak penghasilan yang kita dapat maka semakin banyak pula kebutuhan yang kita inginkan.

  13. menurut saya, konsumerisme yang terjadi saat ini sangat berkelanjutan dan banyak terjadi di lingkungan masyarakat. karena saat ini masyarakat kebanyakan hanya menginginkan sesuatu untuk gaya hidup mereka hanya untuk mengikuti jaman dan trend dan bukan untuk sesuatu yang benar-benar di butuhkan oleh mereka. sehingga terkadang apa yang mereka butuhkan tidak terpenuhi hanya karena mereka mengingkan sesuatu yang lebih dia inginkan untuk gaya hidup mereka daripada apa yang mereka sedang butuhkan. namun pada dasarnya manusia tidak pernah puas dengan apa yang mereka puas sehingga apa pun yang mereka miliki sekarang ini mereka tetap merasa kurang dan kurang saja sehingga mereka akan membeli lagi dan membeli lagi, dan pada akhirnya sifat dasar ini lah yang menjadikan manusia menjadi konsumerisme.

  14. Menurut pendapat saya pribadi. Kita tidak dapat mencegah adanya komsumerisme yg berlebihan. Konsumerisme berlebihan terjadi karena adanya globalisasi atau masuknya budaya luar. Contohnya tren sepatu dari USA (negara maju), nah banyak orang berpendapat bahwa apapun yg berasal dr negara maju adl hal yg baik dan pantas. Maka orang2 pun ikut meniru tren sepatu dr USA tsb dan menjadikan manusia yg konsumtif, yg padahal berdampak buruk pd proses kehidupan mereka.

    Namun kita dapat melakukan cara kecil untuk melakukan perubahan konsumerisme yaitu dari diri kita sendiri. Kita harus mendahulukan kebutuhan daripada keinginan.

    Rina Novitasari
    1610110311
    2SAX 2

  15. Retno Anggi (1610109955) menurut pendapat saya tentang artikel tersebut adalah pada zaman sekarang masyarakat juga tidak bisa membedakan mana kebutuhan yg termasuk primer ataupun yg sekunder. Perilaku tersebut juga di pengaruhi oleh faktor2 eksternal seperti jika melihat teman memiliki gadget baru pasti kita juga menginginkan hal tersebut dan tidak mau kalah. Yg kedua juga di dasari dgn moderenisasi di zaman sekarang apabila tidak memiliki gadget keluaran terbaru maka akan di pandang sebelah mata juga.oleh karena itu di zaman sekarang susah sekali melihat pejabat atau orang yang jujur dan hidup secara sederhana tanpa mementingkan gengsi.

  16. Nama:Reva Bunga Tanjung
    Npm: 1610109961
    Kelas:sax2
    Menurut saya konsumerisme terhadap diri sendiri maupun pihak sekitar itu tergantung dari kebutuhan masing-masing individu.karena semakin banyak pendapatan yang diterima oleh individu masing-masing semakin banyak pula keinginan yang ingin dibeli atau diinginkan kebutuhan nya walaupun bersifat tidak urgent karena hasrat ingin membeli jika suatu individu semakin banyak pendapatan hasrat itupun juga semakin tinggi untuk membeli produk tersebut. Tetapi kembali lagi di individu nya ada orang yang ingin membeli kebutuhan tersebut karena sifat nya dibutuhkan ada pula individu yang hanya membeli karena hanya semata untuk gengsi.
    Cara agar sifat konsumerisme tidak lebih menimbulkan sifat yang terlalu berlebihan cobalah setiap individu lebih cermat dan lebih selektif terhadap masuknya barang-barang baru atau apapun yang ingin dibelinya,dan dahulukan sifatnya yang lebih penting daripada bersifat hanya gengsi semata.

  17. sofia Ana sax1 1610110306
    pendapat saya tentang konsumerisme adalah kembali ke diri mereka masing2 dikarenakan pribadi seseorang juga berbeda2 dengan memenuhi hasrat konsumerisme mereka berpandang seakan2 diakui bahwa mereka mampu untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara membeli barang2 yg sebenarnya tidak seberapa penting, padahal harga dan brand pun tidak menjamin bahwa mereka itu diakui, tergantung pada mereka masing2 dengan memakai kebutuhan seperti baju sepatu meskipun tidak original pun tidak apaapa, dan yg terpenting mereka tidak akan mati jika tidak memakai barang yg brand atau original 😀
    apalagi seperti mereka para koruptor yang semenamena menggunakan uang rakyat dan tidak mau mengakuinya, mana penerapan para koruptor untuk sila ke 5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
    saran: untuk mereka yang insyaallah kebutuhannya tercukupi atau mereka yg berkonsumerisme sebaiknya sodaqohkan atau amalkan sebagian Harta anda dari pada anda harus bergaya yang untuk diakui oleh manusia tetapi di mata Allah semuanya tidak ada apaapanya karena sodaqoh atau mengamalkan Harta anda akan membawa anda kejalan yg lurus 😀

  18. Pendapat saya tentang konsumerisme yang terjadi di sekitar kita yaitu bisa dilihat dalam gaya hidup masyarakat yang sudah tercampur dengan budaya luar. Bisa dengan gaya berpakaian, musik, film dan budaya pop barat lainnya sebagai kiblat dan kerap hanyut dalam nostalgia.
    Sedangkan yang terjadi pada diri saya sendiri seperti susah membedakan antara kebutuhan dan keinginan, dikarenakan faktor keinginan dan faktor finansial. Terkadang saya sering membeli barang yang sebenernya tidak saya butuhkan, melainkan hanya karna keinginan yang terlalu banyak dan mudah tergiur akan sesuatu barang yang menarik. Ketika saya membeli barang yang menurut saya menarik tetapi tidak memenuhi kebutuhan saya, melainkan hanya memenuhi keinginan saja.

    Nama : Fitria Dewi Kunti
    NPM : 1610110309
    Kelas : SAX2

  19. Christina Nathalia Candra Handoko (1610109882)
    Menurut saya, konsumerisme dewasa ini memang sering terjadi. Terutama terhadap produk-produk ternama, seperti handphone Samsung atau iPhone yang memiliki harga dan spesifikasi tinggi. Karena dengan kita memiliki hp tersebut, derajat kita terlihat tinggi (lebih mbois). Dengan munculnya keluaran hp terbaru dengan spesifikasi lebih bagus dari sebelumnya, dan karena faktor sosial yang tinggi, membuat kita atau para konsumen ingin membeli produk baru tersebut. Padahal sejatinya kita tidak perlu membeli sesuatu hanya karna supaya terlihat tinggi kedudukan sosialnya, seharusnya kita juga harus memikirkan seberapa butuh kita terhadap produk itu, seberapa besar manfaat produk tersebut untuk kehidupan kita.
    Jaman sekarang lebih sering dikenal dengan kalangan sosialita, jika kita sudah masuk atau akan bergabung dengan kalangan sosialita yang selalu terlihat mewah, kita harus siap untuk membeli atau memenuhi kebutuhan sesuai dengan gaya hidup sesuai dengan kalangan sosialita. Seperti, selalu membeli barang-barang yang mewah, barang yang baru, yangnup to date, yang tentunya memiliki harga tinggi. Walaupun tidak terlalu dibutuhkan, tetapi demi gengsi akan tingginya kedudukan sosial, demi supaya Nisa bergaul dengan kalangan sosialita, beberapa orang rela mengeluarkan banyak biaya.

  20. Anita Pratiwi 1610109897

    Menurut pendapat saya, tentang konsumerisme yang sekarang terjadi di berbagai kalangan di masyarakat dari waktu ke waktu memang semakin meningkat menurut saya hal itu disebabkan karena perkembangan teknologi juga yang semakin lama semakin berkembang dan juga di pengaruhi karena adanya faktor sosial yang menyebabkan setiap orang berlomba lomba untuk mendapatkan hal atau benda yang tidak bersifat fungsional dampak dari hal tersebut agar lebih di pandang unggul di lingkungan sekitarnya maka setiap orang tersebut rela berlomba lomba menghabiskan waktu, materi dan segala hal hanya untuk memenuhi keinginannya tersebut bahkan ada yang sampai melakukan segala upaya agar keinginannya bisa terpenuhi maka dari itu menurut saya untuk mengatasi hal tersebut setiap individu di perlukan kesadaran diri masing” agar bisa memilih hal atau kebutuhan apa saja yang perlu untuk di prioritaskan. sekian dari pendapat saya terima kasih.

  21. Saya berpendapat bahwa sifat konsumerisme yang berlebihan adalah suatu polah hidup yang memiliki nilai negatif. Hal ini di karena kan sifat konsumerisme lebih cenderung mengkonsumsi atau membeli barang dan jasa diluar batas kebutuhan pokoknya. Sifat konsumerisme juga memberikan sifat ketergantungan atas ketidakpuasan diri dan tidak bisa mengontrol dalam mengkonsumsi suatu produk barang atau jasa. (Refi Firmansyah 1610109873 SAx1

  22. Menurut saya tentang konsumerisme yang terjadi di lingkungan kita adalah manusia memang tidak pernah puas. Tetapi ada lain hal yang bersifat konsumerisme, karena ada banyak orang yang menjadi kebutuhan, contoh : satu keluarga mempunyai lebih dari satu sepeda motor itu karena untuk kebutuhan sehari – hari. Itu tidak termasuk bersifat konsumerisme. Tetapi jika itu tentang mempunyai lebih dari satu handphone itu bisa dikatakan konsumerisme. Jadi kita sebagai individu harus bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Kita tidak boleh memikirkan keinginan dahulu, tetapi harus mementingkan kebutuhan. Karena kebutuhan hal yang sangat penting. Kita sebagai manusia harus bisa memilah milah mana yang terbaik untuk kebutuhan kita. Meskipun kita hasil dari keinginan itu membuat kita bahagia, tetapi kita harus mendahulukan tentang kebutuhan.

    Nur Shafira Anynda (1610110155)

  23. konsumerisme adalah proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Disebabkan oleh perkembangan jaman, persaingan ekonomi, manfaat barang atau jasa yang dominan.

  24. Menurut pendapat saya saat ini banyak sekali masyarakat yang bertindak sebagai konsumerisme , hal tersebut dapat ditunjukan dengan perilaku masyarakat yang tidak bisa membedakan mana yang lebih penting antara kebutuhan atau keinginan.hal tersebut juga sering terjadi kepada diri saya sendiri dan dalam taraf yang cukup tinggi.konsumerisme sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya lingkungan sosial dan taraf ekonomi , karna apabila lingkungan sosial yg mempengaruhi cukup kuat dan taraf ekonomi masyarakat juga tinggi maka masyarakat akan cenderung bertindak konsumtif atau boros.
    (M.Firman Efendi 1610109865 )

  25. Pendapat saya tentang konsumerisme saat ini menurut artikel adalah banyaknya masyarakat yang berlaku konsumtif dikarenakan gaya hidup yang tinggi, kebutuhan harga diri karena tidak ingin dianggap memiliki kehidupan yang rendah dan tidak seperti kebanyakan orang menjadikan masyarakat berlaku konsumtif. Begitu pula dengan adanya kecanggihan teknologi saat ini (penjualan barang secara online) justru memudahkan masyarakat dalam berlaku konsumtif, buka situs belanja, pilih barang yang diinginkan lalu beli dan transfer harga yang dipasang.
    Saat ini pandangan masyarakat lebih mementingkan pada gaya hidup seseorang dari pada kegunaan hal (barang) tersebut. Untuk pribadi saya sendiri berlaku hal yang konsumtif adalah hal yang sia – sia selain dikarenakan oleh faktor keinginan, faktor finansial adalah kendala yang masih belum dapat saya penuhi. Masih banyak hal yang lebih penting dari sekedar memenuhi keinginan yang ada, hal yang paling penting dari sikap konsumtif adalah kedewasaan diri kita dalam menghadapi nafsu (keinginan tanpa adanya kebutuhan) pada diri sendiri.
    Nama : Putri Buana Tungga Dewi
    NPM : 1610109892
    Kelas : SAX2

  26. Gita Fatmalasari
    1610110154
    Sax 2

    Menurut pendapat saya, bahwa diera sekarang ini banyak masyarakat yang cenderung dengan gaya kebarat-ba
    ratan. Yang semuanya harus mengikuti dengan zaman, entah itu handphone, baju, mobil, tas dll. Semuanya harus serba baru dan apabila tidak memiliki barang tersebut dengan mengikuti zaman itu merasa tertinggal zaman, merasa malu. Dan itu membuat seseorang menjadi konsumerisme, seharusnya untuk barang-barang tersebut apabila tidak terlalu dibutuhkan sebaiknya tidak perlu dibeli. Karena sia-sia, bergaya sewajarnya saja dengan kemampuan daya beli kita masing-masing. Apabila kita mengikuti sistem teknologi masa kini, itu tidak akan pernah berhenti. Karena teknologi selalu upgrade pembaruan
    Akan tetapi, seseorang bisa melakukan pembaruan dengan barang-barang terbaru tersebut yang membuahkan hasil positif. Seperti halnya teman saya, dia adalah seorang IT. Pasti membutuhkan laptop yang canggih (sebut saja Ma*b**k) untuk membuat design atau membuat web atau peogram. Dia membeli laptop tersebut karena untuk kebutuhan kuliah dan pekerjaan freelance nya yaitu developer programmer, apabila dia memakai laptop a*us, a*cer dll maka untuk ram nya, memori internalnya juga softwarenya kurang memadai.
    Maka dari itu, setiap individu harus bisa membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan.

  27. NPM : 1610109951

    Menurut saya, Kesimpulan secara umum kegiatan konsumerisme ini tidak lagi didasarkan pada apa nilai guna bagi kita, tetapi telah berubah menjadi nilai-nilai simbolik yang tercipta dalam dunia sosial dibalik barang yang dibeli. Hasilnya masyarakat konsumerisme terkonstruksi melalui propaganda iklan mengenai suatu barang sehingga masyarakat tidak lagi merdeka dalam pikirannya diri sendiri. Jika pemikiran yang terkonstruksi maka berapa pun harganya akan dibayar tanpa memperdulikan nilai gunanya. Oleh karena pemikirannya yang telah diisi oleh konsumerisme, maka hal yang paling berdampak adalah melakukan segala upaya semisal bekerja keras untuk satu tujuan yakni kegiatan konsumsi yang hakikatnya hanya untuk kepuasan, bukan untuk pemenuhan kebutuhan yang sebenarnya. Dan kemudian masyarakat hanya berkeinginan menjadi konsumen saja, tidak ada keinginan untuk mandiri dengan mendirikan usaha sendiri atau menjadi produsen juga. Akhirnya pembangunan suatu negara pun menurun akibat perilaku masyarakat yang seperti ini.

    Terima kasih.

  28. Ismiranti laili anjarsari (Sax1 – 1610109884)

    Menurut pendapat saya tentang konsumerisme yang terjadi sekarang , manusia sangat boros apabila menyangkut dengan berbelanja itu biasanya disebabkan oleh diri mereka sendiri yang tidak bisa membedakan mana kebutuhan yang pokok mana kebutuhan yang cuman pelengkap , disamping itu pengaruh pertemanan sosial juga mempengaruhi seseorang dalam hal konsumerisme harus terupdate biar tidak dianggap ketinggalan jaman
    Hal yang harus dilakukan untuk mencegah hal tersebut yaitu membatasi diri dan berpikir jernih apakah hal tersebut masuk akal daripada akhirnya menyesal dibkemudian hari
    Terimakasih

  29. Comment: Seiring berkembangnya jaman, banyak sekali teknologi-teknologi yang canggih keluar. Misalnya handphone, semakin hari banyak handphone keluaran terbaru yg dirilis, dan tidak sedikit seseorang membeli handphone tersebut karena benar-benar membutuhkan, mereka membeli hanya karna ingin mengikuti perkembangan teknologi atau hanya sekedar bergaya. Dalam hal ini seseorang harus menyadari bahwa sesuatu yg tidak benar-benar dibutuhkan tidak perlu dibeli. Karna selain untuk menghemat pengeluaran, hal tersebut dapat menekan agar tingkat konsumerisme lebih rendah.

  30. Nama: Puput Triyani
    NPM : 1610109951

    NPM : 1610109951

    Menurut saya, Kesimpulan secara umum kegiatan konsumerisme ini tidak lagi didasarkan pada apa nilai guna bagi kita, tetapi telah berubah menjadi nilai-nilai simbolik yang tercipta dalam dunia sosial dibalik barang yang dibeli. Hasilnya masyarakat konsumerisme terkonstruksi melalui propaganda iklan mengenai suatu barang sehingga masyarakat tidak lagi merdeka dalam pikirannya diri sendiri. Jika pemikiran yang terkonstruksi maka berapa pun harganya akan dibayar tanpa memperdulikan nilai gunanya. Oleh karena pemikirannya yang telah diisi oleh konsumerisme, maka hal yang paling berdampak adalah melakukan segala upaya semisal bekerja keras untuk satu tujuan yakni kegiatan konsumsi yang hakikatnya hanya untuk kepuasan, bukan untuk pemenuhan kebutuhan yang sebenarnya. Dan kemudian masyarakat hanya berkeinginan menjadi konsumen saja, tidak ada keinginan untuk mandiri dengan mendirikan usaha sendiri atau menjadi produsen juga. Akhirnya pembangunan suatu negara pun menurun akibat perilaku masyarakat yang seperti ini.

    Terima kasih.

  31. Nama : Mirna Lailatul Kusnia
    NPM : 1610109954
    Komen : Artikel di atas yang menjelaskan mengenai konsumerisme tersebut menurut saya tidak baik jika di masa yang akan datang prinsip tersebut akan semakin meluas. Manusi sebagai konsumen tidak akan pernah merasa puas atas berapapun kebutuhan yang telah terpenuhi, konsumen akan selalu merasa kurang. Sebagai umat muslim, jelas Allah melarang umat Nya untuk berlebihan dalam perihal konsumsi. Bahkan ada hadits yang berbunyi, “berhentilah makan sebelum kenyang”. Dalam perihal konsumsi pangan saja, masih banyak umat muslim yang tidak merasa puas jika makan makanan sederhana walaupun perut sudah merasa kenyang, mereka akan merasa puas apbila makan makanan yang lezat seperti daging, ikan, dll. Begitupun juga dengan kebutuhan konsumsi lainnya, belum merasa puas apabila masih mampu untuk mendapatkan yang lebih baik. Keputusan konsumen tersebut juga dipengaruhi oleh faktor budaya dan sosial. Seperti contohnya budaya di Bali yang sebagian besar adalah beragama Hindu sehingga para produsen bunga dan bahan bahan sembahyang banyak yang menjual, apabila produsen tersebut berjualan di makkah belum tentu akan banyak dicari oleh masyarakat. Namun proses konsumerisme tersebut dapat menguntungkan pada sisi produsen, karena prodosen bisa mendapatkan keuntungan lebih dari hasil penjualan yang tinggi tersebut.

  32. Wigga Yustiawan Prakoso
    1610109869 Sax2

    Menurut saya konsumerisme pada masyarakat sekitar menjadi gaya hidup seperti menjadi lifestyle mencoba mandapatkan hal baru agar terlihat tidak ketinggalan jaman walaupun barang yg sebelumnya kita gunakan masih dapat digunakan dengan baik, Bukan kebutuhan akan teknologi namun kepuasan pribadi untuk mendapatkan hal baru agar tidak ketinggalan jaman.

    Untuk didalam diri saya, dikeluarga saya sendiri terdapat 3 sepeda motor 1 untuk saya 1 bapak dan Ibu, walaupun terlihat boros namun itu kebutuhan yg tidak bisa dihindarkan akan kendaraan karena kami masing2 berkerja dan tempat kerja kami berbeda jam masuknya sehingga harus memiliki kendaraan masing2. Sikap konsumenarisme sendiri juga tergantung hidup dan kasta masyarakat jika masyarakat itu mampu mereka cenderung memuaskan keinginan mereka untuk memiliki hal yg lebih dan baru, namun jika masyarakat yg cukup dalam hal kebutuhan tidak akan mengejar kepuasaan atau keinginan walaupun hal itu ada..

    Banyak masyarakat kelas atas hanya mementingkan keinginan bukan kebutuhan sedangkan masyarakat menengah kebawah lebih mementingkan kebutuhan dahulu….

  33. Ayu Candra Esti Cahyani
    1610109862

    Konsumerisme yang ada sekarang sangat besar. Manusia pada jaman sekarang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi. Selain karena keinginan, juga karena perkembangan jaman yang semakin modern dan berkembang. Manusia merasa bahwa semua keinginan harus terpenuhi, bahkan rela mengorbankan segalanya.
    Menurut saya, jika seorang manusia memiliki keyakinan dalam dirinya bahwa apa yang ia miliki sangat cukup. Ia tak akan menginginkan hal lain yang bukan merupakan prioritasnya. Seperti misalnya handphone. Jika sudah memiliki handphone yang setidaknya bisa digunakan untuk berkomunikasi di jaman sekarang, sudah pasti dia akan memiliki kesadaran diri bahwa apa yang ia miliki sudah cukup. Ia tak perlu mencari hal lain jika apa yang ia miliki masih bisa mengikuti perkembangan jaman.
    Tetapi pada kenyataannya, manusia seringkali kalap karena manusia sendiri memiliki tingkat keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang sangat besar. Manusia seringkali melihat milik orang lain. Seperti istilah rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Itu membuat apa yang diinginkan manusia akan selalu bertambah dengan seiring waktu. Karena pada dasarnya dia tidak memiliki rasa cukup.
    Menyikapi ini, dalam agama pun juga diajarkan untuk tidak berlebihan. Segala sesuatunya haruslah cukup dan pada tempatnya. Sudah menjadi kodratnya bahwa manusia pasti menginginkan hal-hal atau barang-barang mewah yang menyenangkan. Tetapi jika manusia memiliki keyakinan dalam dirinya, bahwa apa yang ia miliki dan apa yang ia butuhkan sudah cukup dan pada tempatnya. Dia tidak akan menginginkan hal lain yang berlebihan. Jadi semua harus didasari pada keyakinan pribadi masing-masing bahwa apa yang ia miliki sudah cukup sehingga ia tak menginginkan hal lain yang berlebihan. Dan ia tak akan mengorbankan segala sesuatu untuk mendapatkan semuanya untuk mendapatkan keinginan. Dan kita harus membatasi diri dan menjaga agar keinginannya sesuai dengan apa yang ia butuhkan.

  34. Menurut saya, konsumerisme yang terjadi di sekitar saya bahkan pada diri saya sendiri sangat tidak bisa di kendalikan. Saya sendiri, memang lebih banyak mendahulukan keinginan daripada kebutuhan. Hal itu berakibat pada saldo di atm saya, yang harusnya masih lebih untuk memenuhi kebutuhan, menjadi kurang karena terpakai untuk memenuhi keinginan saya. Dan juga menghambat pada keinginan saya untuk menabung. Sejujurnya konsumerisme bisa di kurangi atau bahkan dihilangkan, jika kita benar-benar mampu berpikir dewasa sehingga kita bisa berpikir terlebih dahulu bahwa uang yang kita gunakan untuk memenuhi keinginan bisa lebih berguna jika kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan. Dan kita juga harus berpikir bahwa tanpa konsumerisme, segala kebutuhan yang sudah kita rencanakan di masa depan akan lebih mudah terpenuhi.

  35. Ingin atau butuh ? Untuk sifat konsumenrisme jawabannya adalah INGIN.

    Karena dalam sifat konsumenrisme manusia mempunyai hasrat yang tinggi untuk memiliki (barang, benda dll), tanpa memikirkan yang diinginkan tersebut adalah sesuatu yang di butuhkannya.

    Dan sifat dasar manusia itu tidak akan pernah puas, sehingga apabila sudah mendapatkan sesuatu yang diinginkan akan menginginkan sesuatu yang lebih lagi dari yang sudah di dapatkan.

    -Rgd-
    Diah Ayu Megawati (1610109901)

  36. Fandian Anugrahi Ningsih
    NPM: 1610109895

    Memang benar kebutuhan pada seseorang individu sangat tinggi terkadang kita tidak akan puas untuk mengikuti tren-tren yang ada di indonesia, dan jujur saya juga begitu jika melihat barang yang lagi kekinian apalagi kita sudah dapat uang dari hasil kerja sendiri tetapi kita perlu mempertimbangkan lagi kebutuhan ekonomi kita , tidak seharusnya kita mengikuti hal-hal yang tidak terlalu penting karena kebutuhan ekonomi pasti bertambah tinggi seiring berjalannya waktu mungkin karena faktor pemerintah yang kurang pandai memanage ekonomi.

  37. ATIKAH HASNA
    16101019888/SAX1
    Jadi konsumerisme yang terjadi disekitar saya dilakukan secara berlebihan. misalnya kebutuhan barang.
    karena sifat dasar dari seorang manusia adalah merasa kurang puas dengan apa yang dimiliki oleh mereka. Maka dari itu mereka selalu ingin memiliki apa yang mereka inginkan.
    Jadi Konsumerisme yang terjadi saat ini hanya diinginkan oleh mereka bukan kebutuhan apa yang dibutuhkan mereka.
    terima kasih

  38. Menurut pendapat saya pribadi, mengoleksi barang dengan lebih dari satu tetapi masih pada batas wajar itu masih normal. Karena di era modern ini, seluruh orang tidak mau ketinggalan zaman. Contohnya Yang bisa dibilang jika ada orang kalangan menengah keatas jika kita tidak mempunyai tas dengan model dan merk “a” dikatakan ketinggalan zaman, tetapi hal tersebut tidak berfungsi bagi masyarakat yang kalangan menengah kebawah mereka lebih mementingkan kebutuhan yang penting dibandingkan untuk bergaya atau model.

    Tetapi jika orang yang terlalu konsumtif terhadap barang yang sangat berlebihan itu sangatlah tidak wajar, karena itu hanyalah untuk memenuhi kepuasan diri saja yang hanya menginginkannya untuk mengikuti trend perkembangan zaman yang ada.
    Namun hal tersebut sangatlah sulit untuk dihilangkan dari sifat seseorang. Tetapi, hal tersebut dapat di antisipasi dengan meminimalisirkan keinginan dan lebih mementingkan kebutuhan yang sangat penting untuk saat ini.

    Pradya Narisma .S.
    1610110143
    Sax-2

  39. Nama : Dwi Kartika Sari
    NPM : 1610109878

    Menurut saya, konsumerisme adalah hal yang dilarang oleh hati dan pikiran kita tapi secara tidak sadar itu pasti akan terjadi dalam hidup kita seiring dengan perkembangan perekonomian pribadi dan kesalahan dalam pergaulan.
    Contohnya, ketika saya di bangku sekolah dan belum berpenghasilan, dalam pikiran saya sudah tertanamkan kalau hidup konsumerisme itu sangat merugikan dan dilarang oleh agama sehingga saat akan membeli sesuatu saya akan mempertimbangkan banyak hal yang terutama yaitu manfaat dari hal tersebut untuk diri saya. Yang saya butuhkan saat itu adalah barang dalam kebutuhan jangka pendek atau barang yang benar-benar saya butuhkanlah yang akan saya beli. Tetapi saat saya sudah mulai berpenghasilan, segala pikiran yang telah saya tanamkan sejak awal kini mulai berkurang atau sedikit tergoyahkan karena masalah tren dan lingkungan. Yang sebelumnya saya membeli sesuatu hanya yang benar-benar saya butuhkan, kini saya memberi kompensasi pada diri saya agar dapat membeli barang yang tidak seberapa saya butuhkan tetapi sangat saya inginkan. Dan pertimbangan saya saat ini yaitu untuk sesuatu dengan manfaat jangka panjang dan keinginan saya.
    Kelemahan manusia yaitu dalam kendali diri. Setiap manusia terkadang susah mengontrol keinginannya. Jadi konsumerisme pun juga cukup susah untuk dihindari oleh orang yang kurang dewasa.

  40. Menurut saya, sikap yang ditunjukkan masyarakat terlalu berlebihan seperti membeli handpone, hampir setiap orang menggunakan lebih dari satu telepon seluler untuk berkomunikasi, demikian juga dengan jumlah kendaraan di sebuah keluarga. Tidak jarang kita menjumpai keluarga yang memiliki lebih dari satu kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari mereka, karena dari kodrat manusia yang selalu merasa kurang puas terhadap apa yang sudah dimiliki atau konsumerisme, seharusnya dalam diri manusia itu sendiri perlu ditanamkan sifat selalu bersyukur terhadap apa yang sudah dimilikinya, dan harus membuat prioritas kebutuhan dalam hidup apa yang harus di prioritaskan seperti membayar SPP di perguruan tinggi terlebih dahulu daripada harus membeli handphone keluaran terbaru karena menurut saya pendidikan itu lebih penting dan prioritas dalam hidup.

  41. Nina Indriya Siswandini
    1610110056
    menurut saya konsumerisme yang terjadi disekitar kita sangat tinggi dan sulit dikendalikan , banyak orang yang mementingkan kepuasan duniawi tanpa berfikir panjang. hal ini disebabkan karena tingginya sikap individualis yang ingin dirinya terlihat lebih baik di banding orang lain sehingga menjadikan setiap orang bersaing untuk hal yang tidak begitu bermanfaat. seperti membeli tas mewah dan sepatu mahal untuk menyaingi yang lain. Hal seperti ini disebabkan oleh sikap kurang bersyukur dan tamak akan duniawi. seharusnya kita sebagai manusia harus sllu berayukur atas nikmat yang di berikan Tuhan. alangkah baiknya jika sejak kecil didik menjadi pribadi yg sllu bersyukur dan tidak serakah akan nikmat dunia. kita sebagai manusia harus bersikap bijak dalam segala hal termasuk dalam kehidupan sehari”, daripada membeli barang yang tidak terlalu penting alangkah baiknya memberikan sedekah untuk orang yang lebih membutuhkan.karena apa yang kita miliki belum tentu dimiliki orang lain.

  42. Nama : Dewi marinda rahmadani
    NIM : 1610110144

    Konsumerisme hanyalah untuk memenuhi hasrat keinginan, jadi seandainya jika konsumerisme berada di diri kita sebaiknya kita harus bisa mengendalikan hasrat keinginan. Kita jangan membeli barang atau apapun itu yang tidak bermanfaat bagi kebutuhan kita. Lebih baik uang yang kita punya digunakan untuk investasi biar bisa menambahkan tabungan kita. Tidak ada gunanya kita cuma hanya membeli barang tidak berguna cuma untuk mengikuti tren biar bisa dikatan orang sosialita. Toh lebih baik bisa di sumbangkan kepada orang yang lebih membutuhkan.

  43. Mufidah
    1610109957

    Menurut saya, konsumerisme yang terjadi di sekitar kita, merupakan dampak dari promosi yang mampu memikat hati konsumen. Contohnya dengan suatu promo, banyak kita temui di mall, ada berbagai macam diskon, diskon sepatu 75%, diskon tas 90%, dsb. Sehingga membuat kita yang melihat menjadi tertarik, dan membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan.
    Kedua, karena kebutuhan. Ketika kita memenuhi kebutuhan kita, terkadang ada beberapa kualitas dalam suatu barang yang kita butuhkan, sedangkan karena rasa gengsi kita memilih kualitas yang paling tinggi untuk satu barang, dan menyebabkan pemborosan.
    Selain itu mengapa tingkat konsumen tinggi juga bisa disebabkan oleh pasar yang ada dimana-dimana, bayangkan saja kita bisa membeli barang dengan satu sentuhan saja dalam ponsel kita.

  44. Comment:Comment: Seiring berkembangnya jaman, banyak sekali teknologi-teknologi yang canggih keluar. Misalnya handphone, semakin hari banyak handphone keluaran terbaru yg dirilis, dan tidak sedikit seseorang membeli handphone tersebut karena benar-benar membutuhkan, mereka membeli hanya karna ingin mengikuti perkembangan teknologi atau hanya sekedar bergaya. Dalam hal ini seseorang harus menyadari bahwa sesuatu yg tidak benar-benar dibutuhkan tidak perlu dibeli. Karna selain untuk menghemat pengeluaran, hal tersebut dapat menekan agar tingkat konsumerisme lebih rendah.

  45. Nasika Amalia Agustina 1610109883 Menurut pendapat saya konsumerisme itu penting kalau ada yang dibutuhkan akan tetapi tidak terlalu begitu wow yang mengikuti trend dengan kekinian hanya ada pada hasrat kita sendiri atau keinginan kita sendiri seberapa penting konsumerisme itu dan memilih mana yang penting untuk kebutuhan dan mana yang tidak penting dalam gaya atau trend yang ada . Dan sebaiknya uang tidak di buang* yang sia* lebih baik di gunakan yang berguna karena kita hidup bukan untuk mereka yang nilai kita . Yang menilai kita diri sendiri dan Allah S.W.T Dan di dalam islam tidak boleh berlebihan.

  46. Konsumerisme yang terjadi saat ini disekitar kita maupun dalam diri kita diakibatkan oleh faktor faktor diantaranya : perkembangan zaman, persaingan ekonomi, manfaat barang jasa yg begitu dominan.
    Hal tersebutlah yang mengakibatkan orang memiliki sifat konsumerisme. Konsumerisme merupakan sifat manusia yg serakah sifat tersebutlah yang enggan membuat orang tersebut untuk membantu orang lain, karena pada dirinya tertanam bahwa apa yg dimilikinya merupakan suatu kualitas hidup yg belum tentu dimiliki orang lain. Sifat konsumerisme sulit dirubah apabila orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk berhemat dan mengakhiri sikap tersebut. Sikap yg sebenarnya harus dimiliki setiap orang adalah berhemat. Karena dengan berhemat orang tersebut merasa puas dengan apa yg dimilikinya sehingga keinginannya untuk berbagi terhadap orang lain akan lebih besar. Sehingga tidak akan ada lagi yg namanya korupsi, pencurian dan lain lain.

  47. Novi sukma choliawati (1610109948)
    Menurut pendapat saya konsumerisme yaitu proses konsumsi atau penggunaan hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara berkelanjutan yang disebabkan karena persaingan, perkembangan jaman, kepercayaan, manfaat barang atau jasa tersebut yang begitu dominan. Suatu komensarisme dapat dikendalikan dengan cara menentukan mana yang merupakan keinginan dan kebutuhan yang sehat atau terpenting(sandang,pangan, dan papan) yang tidak merugikan dan berkelebihan.

  48. Menurut saya, konsumerisme yang terjadi di sekitar saya dan bahkan yang terjadi pada diri saya sendiri tidak bisa dikendalikan. Karena masyarakat sekarang lebih mementingkan gaya hidup dimana untuk mendapatkan perhatian sosial harus menggunakan barang-barang yang bernilai tinggi dan keluaran terbaru tanpa mempedulikan apakah barang tersebut dibutuhkan atau tidak. Padahal membeli barang hanya sesuai keinginan tanpa mempedulikan manfaatnya merupakan suatu pemborosan. Terkadang mereka berpendapat bahwa barang-barang yang mereka inginkan adalah sebuah kebutuhan; dimana mereka membutuhkan pengakuan sosial. Sampai-sampai mereka mengabaikan apa yang seharusnya mereka dapatkan sesuai yang dibutuhkan; bukan yang diinginkan.

  49. Nama : Della putri puspitasari
    Kelas : SAX 1
    NPM : 1610109949

    Menurut pendapat saya tentang konsumerisme yang terjadi saat ini adalah
    Banyak sekali sebagian dari kita yang mempunyai pola hidup boros , sebagian dari kita sering membeli barang tidak sesuai dengan kebutuhan tapi melainkan karena gaya(tren)saat ini
    Hal ini dapat terjadi dari ruang lingkup lingkungan baik luar maupun dalam
    Hal tersebut dapat dicegah sesuai dengan kesadaran diri masing2 yaitu untuk lebih peduli atas kebutuhan yang memang dianggap perlu.

  50. Menurut saya, orang yg berlebihan dengan hidupnya akan selalu berkebutuhan yg lebih. Karena itu sudah sifat dari orang tersebut, agar bisa mengikuti jaman seorang harus berkehidupan lebih. Tergantung dengan keinginan orang tersebut ada yg berkeinginan mewah adapun yg berkeinginan sederhana. Semua kalau menuruti keinginan yg mewah dan tidak mencukupi kebutuhan sehari hari bakal habis yg dibutuhkan. Kalau memang benar benar butuh bisa beli sesuatu. Jangan lah mengikuti keinginan karena keinginan selalu ada, jadilah kebutuhanmu untuk sehari hari

  51. Mila agustina 1610109939
    menurut saya ini tergantung cara pandang seseorang dalam menilai sesuatu. menurut sudut pandang saya, konsumerisme hanyalah suatu hal yang sia sia dan di dalam islam kita dilarang untuk berlebihan. jika memang kita merasa lebih lbih baik kita sumbangkan. dan orang yg konsumerisme hanyalah orang yang kebesaran gengsi. dan kurang rasa bersyukurnya. mereka seperti itu karena menuruti hawa nafsu

  52. Nama : Anatiya Rizky Marridhani
    NMP : 1610109903

    Di era seperti sekarang ini konsumerisme memang bukan suatu hal yang tidak mungkin. Bahkan setiap orang pasti memililiki sikap konsumerisme. Terlebih sekarang para produsen saling berlomba lomba untuk menciptakan suatu tren baru. Sehingga banyak yang tidak bisa membedakan mana yang menjadi keinginan dan kebutuhan. Mereka selalu menuruti apa yang mereka inginkan agar kepuasan mereka terpenuhi. Memang bener mereka akan terpuaskan keinginannya tapi itu hanya sementara karena barang yang mereka inginkan belum tentu bisa seperti yang mereka inginkan. Mereka hanya ingin dianggap tidak ketinggalan zaman. Oleh karena itu sebaiknya dalam membeli kita harus memikirkan terlebih dahulu mana yang lebih kita butuhkan. Agar manfaat yang kita dapatkan bisa lebih terasa. Dan kita akan semakin terpuaskan. Terimaksih 🙂

  53. menurut pandangan saya tentang konsumenisme adalah bagaimana dapat atau tidaknya seseorang memperhitungkan dengan matang apakah yang disebut dengan suatu hasrat atau keinginan semata dan kebutuhan yang memang harus di penuhi. keinginan-keinginan seseorang memang terkadang lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan yang ada. menyadari betul pemenuhan kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan memang membutuhkan suatu pertimbangan yang matang dan dapatnya seseorang memilah hal tersebut dengan baik. kuncinya adalah selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki meski rumput tetangga selalu lebih hijau tetapi jangan pernah lupa untuk mengupgrade diri menjadi pribadi yang lebih baik. nama : vivi ratna sari npm : 1610109894

  54. Menurut pendapat saya konsumerisme yang terjadi disekitar kita ,kita bisa menimbang dari kemampuan apa yang kita miliki.keinginan atau kebutuhan ?Tetapi memang tidak jarang bagi kaum muda atau anak muda jaman sekarang mementingkan keinginan terhadap apa yang kita lihat dan apa yang kita sangat ingin,bukan dari kebutuhan ataupun kewajiban inilah yang mengakibatkan konsumerisme bagi barang yang dibeli membludak dan tidak bisa terkendali yang mengakibatkan konsumerisme disekitar kita lebih mementingkan keinginan untuk membeli ditimbang kebutuhan.menurut pandangan saya konsumerisme bisa dicegah dengan cara memanfaatkan apa yang ada disekitar,contoh: menjual kembali barang ataupun menjadikan konsumerisme kewajiban untuk bekerja atau hobi yang bermanfaat dengan mengembangkan barang dan mejadikan uang kembali.ataupun kita dapat menimbang kemampuan dari kita untuk membeli sesuatu.
    (Yonatan 1610109976)

  55. Pendapat saya tentang konsumerisme memang tidak bisa dihindarkan selain dari diri orang tersebut sendiri yang bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Jika kebutuhan memang harus kita penuhi. Sedangkan keinginan tidak harus kita penuhi, tetapi jika keinginan dapat terpenuhi kita bisa merasa lega/senang lebih dari yang kita rasakan daripada saat memenuhi kebutuhan. Kenapa bisa merasa lega/senang itu karena kita bisa membuktikan ke orang lain bahwa kita bisa memiliki yang kita inginkan tersebut. Jika orang tersebut bisa lebih memilih untuk mendahulukan kebutuhan lebih baik daripada mendahulukan keinginan. Jadi kita harus bisa lebih menahan keinginan daripada kebutuhan. Agar kita dapat menata kehidupan yang lebih baik dalam berkonsumsi.

  56. Menurut saya konsumerisme sangat berdampak jika kita tidak bisa mengontrolnya dengan baik, dan akan sangat berbahaya karena dapat membuat seseorang tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, hal ini sering terjadi di lingkungan sekitar kita sering kali orang mengunakan segala cara untuk mendapat barang yang dia inginkan, sampai-sampai tidak memperhatikan kebutuhannya, dampak lainnya juga orang bisa melakukan kejahatan atau hal yang tidak di inginkan ketika yang di inginkan tidak tercapai. Saya pun juga mengalami konsumerisme akibat dari kemajuan zaman, tapi saya juga harus memperhatikan kemampuan saya dan harus mengerti mana yang harus dicapai terlebih dahulu.

    Galang samudra
    Npm : 1610110298

  57. Nama : Marwah Nur
    NPM : 1610109876

    Menurut saya, sifat dasar manusia adalah tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki selama ini. Hal ini menjadikan manusia sebagai seorang yang terus menerus ingin dipenuhi kebutuhannya yaitu tercermin pada tingkat konsumerisme yang semakin hari semakin meningkat. Bertambahnya kemajuan teknologi yang mempengaruhi kecanggihan pemasaran memiliki pengaruh yang signifikan pada tingkat konsumerisme saat ini.

  58. Robby Aria machfud
    1610110152

    Menurut pendapat saya konsumerisme yaitu seseorang tidak akan pernah puas akan kebutuhan nya , dengan cara hal apapun harus dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan melupakan moral etika dan akhlaknya , seperti hal nya org korupsi , org Tersebut melakukan hal itu di karena kan belom memenuhi kebutuhan nya yg puas tersebut . Padahal kebutuhan tsb tidak seberapa penting..

    Abraham maslow, pencetus teori kebutuhan dengan membedakan kebutuhan sandang pangan papan dan lain nya dengan pemanfaatan nya masing” ..

    Untuk itu manusia harus berakhlak dan bermoral agar kebutuhan nya terpuaskan .

  59. Menurut pendapat saya, di era globalisa modern ini tingkat konsumerisme semakin naik. Mereka yang meng-konsumtif-kan gaya hidup secara tidak langsung merupakan konsumerisme. Hakikatnya konsumsi dalam kehidupan manusia adalah pemenuhan hasrat kebutuhan dari manusia. Dan dari fakta bahwa sifat manusia adalah tidak pernaah puas maka dijaman ini konsumerisme dijadikan sebagai ajang prestasi dan menunjukkan gengsi yang tinggi. Namun hal positif yg bisa diambil dari maraknya konsumerisme adalah semakin banyaknya bermunculan wiraswasta yg menimbulkan produksi yang tinggi. Sehingga arus ekonomi pun diperkirakan akan stabil apabila keseimbangan ekonomi tetap terjaga.

    Recha Ananda Yusria 1610109871

  60. Siti Nur Halimah
    1610109885
    Konsumerisme yang terjadi dalam masyarakat sekarang memang benar yang dituliskan dalam artikel di atas👍😊 .bener banget dan bikin saya nambah pengetahuan terkait hukum pemasaran yang terjadi di masyarakat ternyata konsumerisme itu terjadi karena bukan hanya soal seseorang membeli karena kebutuhan saja tetapi sudah menjadi kan seseorang dalam mengambil keputusan pembelian disebabkan bisa :
    – karena budaya : sesorang terkadang membeli barang karena faktor ingin diliat oleh orang lain atau prestice . Misalnya membeli barang hp mereka membeli untuk mengikuti tren yang akhirnya membeli bukan karena faktor kebutuhan tetapi mengikuti budaya yang ada. Yang akhirnya mereka membeli yang kadang lebih dari kondisi keuangan mereka sampai ada yang berhutang ataukah menabung demi mendapatkan barang yang di inginkan
    – faktor nilai juga : bener sekali faktor nilai itu sangat mempengaruhi dalam seseorang memutuskan dalam suatu hal , misalnya seperti melakukan pembelian .jika seseorang mempunyai nilai-nilai dalam dirinya atau bisa dikatakan kenyakinan atau agama yang menjdikan prinsipnya atau nilai  nilai bisa juga di dapatkan dari pengetahuan yang orang tersebut dapatkan.misal nilai nilai : membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan tidaklah boleh mengikuti hawa nafsu yang berlebihan .bahkan berfoya foya yang mengakibatkan .konsumerisme terjadi karena hawa nafsu atau keinginan seseorang pasti ada.dan akhirnya tidak heran bisa teejadi korupsi di masyarkat.

    Kesimpulan menurut pendapat saya : konsumerisme itu terjadi karena manusia sendiri menuruti hawa nafsunya dan budaya yang jelek.akhirnya mereka melupakan nilai nilai yang ia yakini.

    Saran bagi konsumen yang bijak hehe ,menurut saya : jangan menuruti hawa nafsu atau keinginan saja karena tidak akan habiskan.karena mengikuti tren yang muncul akan banyak yang dimunculkan oleh si pembuat produk atau pebisnis karena mereka juga punya kebutuhan agar bisa produknya kita beli.jadi kita harus menekan keinginan kita menjadi kebutuhan bukan karena keinginan  tanpa pendasaran atau kata lain mengikuti tren.

  61. Nama : Dwi Kartika Sari
    NPM : 1610109878

    Menurut saya, konsumerisme adalah hal yang dilarang oleh hati dan pikiran kita tapi secara tidak sadar itu pasti akan terjadi dalam hidup kita seiring dengan perkembangan perekonomian pribadi dan kesalahan dalam pergaulan.

    Contohnya, ketika saya di bangku sekolah dan belum berpenghasilan, dalam pikiran saya sudah tertanamkan kalau hidup konsumerisme itu sangat merugikan dan dilarang oleh agama sehingga saat akan membeli sesuatu saya akan mempertimbangkan banyak hal yang terutama yaitu manfaat dari hal tersebut untuk diri saya. Yang saya butuhkan saat itu adalah barang dalam kebutuhan jangka pendek atau barang yang benar-benar saya butuhkanlah yang akan saya beli. Tetapi saat saya sudah mulai berpenghasilan, segala pikiran yang telah saya tanamkan sejak awal kini mulai berkurang atau sedikit tergoyahkan karena masalah tren dan lingkungan. Yang sebelumnya saya membeli sesuatu hanya yang benar-benar saya butuhkan, kini saya memberi kompensasi pada diri saya agar dapat membeli barang yang tidak seberapa saya butuhkan tetapi sangat saya inginkan. Dan pertimbangan saya saat ini yaitu untuk sesuatu dengan manfaat jangka panjang dan keinginan saya.

    Kelemahan manusia yaitu dalam kendali diri. Setiap manusia terkadang susah mengontrol keinginannya. Jadi konsumerisme pun juga cukup susah untuk dihindari oleh orang yang kurang dewasa.

  62. Jadi menurut pendapat saya tentang konsumerisme , kalau dari saya sendiri dalam penjelasan diatas memanglah wajar jika ingin mewujudkan keinginan, tetapi kebutuhan lebih penting dari keinginan, jadi lebih utamakan kebutuhan dibanding keinginan. Kalau kebutuhan itu sendiri belum terpenuhi maka keinginan harus tahan dulu.
    Tetapi dengan keinginan yang menggebu- nggebu jangan sampai membuat terlena dan mengabaikan kebutuhan yang harus dipenuhi. Tergantung dengan penghasilan yang diterima juga, jika penghasilan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan, maka keinginan juga bisa terwujudkan, tetapi jika penghasilan cukup hanya untuk kebutuhan saja harus menahan rasa ingin kita. Jika ingin ingin sekali untuk membeli sesuatu bisa dengan menabung dan hemat maka lama kelamaan juga akan terpenuhi.
    Dan jika keinginan itu membuat boros dan kita lupa akan kebutuhan sebaiknya untuk keinginan memaksa diri untuk dihindari atau ditahan dulu.
    Jangan sampai juga kita serakah akibat keinginan itu sendiri jika telah terwujud keinginan itu karena sebagai manusia memanglah ingin ingin terus dan tidak ada puasnya, jadi sebaiknya menahan rasa ingin yang berlebihan. Karena intinya keinginan jika tidak diwujudkan tidak papa, sekali lagi kebutuhan sangatlah utamakan.

    Terima kasih

  63. konsumerisme adalah suatu paham yang secara sadar ataupun secara tidak sadar di anut oleh seseorang yang menjadikan orang tersebut :
    1. tidak dapat membedakan kebutuhan pokok dan kebutuhan pribadi
    2. merasa selalu ingin memiliki barang/jasa tertentu yg sebenarnya tidak dibutuhkan
    3. merasa haus akan pengakuan orang lain
    4. merasa ingin selalu menonjol dengan apa yang miliki (barang/jasa)
    5. memiliki rasa bangga akan hal yang dianggap bergengsi
    6. terus-menerus terbawa akan trend yang ada
    hal ini menyebabkan seseorang menjadi begitu menginginkan hala-hal yang tidak pernah dibutuhkan dan sebenarnya akan membuat dirinya menjadi semakin terbelakang.
    hal ini juga membuat seseorang tidak melakukan hal apapun yang di nilai bermanfaat selain hanya membeli dan membeli tetapi tetap merasa haus dan haus.
    sejatinya sebagai seorang manusia, hal yang membuat kita bernilai bukanlah hal yang kita miliki, seberapa banyak atau seberapa mahal barang yang kita miliki, tetapi sebaliknya , menjadi seseorang yang bernilai dilihat dari sebetapa banyak yang mampu kita bagi dqn bisa bermanfaat bagi sesama.
    Annisa Azzah Ifafah
    1610109880
    SAx 2

  64. Khusnul Munasyiroh Lailailatul Isnaini
    1610109947.

    Menurut saya pola hidup konsumerisme sudah menjadi hal yang wajar di zaman modern ini, apalagi dengan semakin majunya teknologi / sosmed, orang orang berlomba lomba untuk menunjukkan bahwa dirinya punya segalanya atau bisa membeli apa saja yang sedang trend saat ini, meskipun mungkin hal itu tidak begitu penting. Apalagi gengsi antar teman / tetangga yang menyebabkan setiap orang ingin bersaing agar mendapatkan pengakuan bahwa dia orang yang berada / kaya. Padahal kepuasan dari pengakuan tersebut tidaklah bertahan lama / sesaat karena trend setiap menitnya bisa berganti.

  65. Erlinda Vira Yunita
    1610110157
    Menurut saya pribadi, konsumerisme di sekitar saya memang banyak sekali orang2 yang bersifat seperti itu, dan itu hanya mengikuti kepuasan pribadi dan bisa saja seseorang tersebut terobsesi dengan kebutuhan tersebut kalau saja mengikuti kepuasan gak ada batasya karena manusia tidak memiliki kepuasan dan itu udah mendasar di sifat hakiki manusia.
    Ada beberapa faktor kemungkinan yaitu manusia bisa saja hanya pamer kepada lingkungannya dan menginginkan bahwa dia ingin yang unggul dalam semuanya, hanya mengikuti gengsinya saja.
    Kepuasan tidak akan dicapai dalam diri orang tersebut jika orang tersebut memiliki kemampuan berfikir matang untuk kepuasan nya, seseorang menilai tersebut mengetahui bahwa kebutuhan penting tidak nya hobi tidaknya. Tergantung orang nya tersebut saja.
    Terimakasih😊

  66. Nama : Riesca Isnaeni
    NPM : 1610110315
    Konsumerisme sebenarnya hanya bertujuan untuk kepuasan mata, dipergunakan hanya untuk mengikuti tren dan pamer yang sebenarnya barang tersebut tidak terlalu dibutuhkan oleh pengguna.
    Konsumerisme biasanya dilakukan oleh orang-orang yang kesepian dan kurang perhatian, lalu ia melakukan hal tersebut untuk mendapat perhatian dan pujian dari orang-orang sekitar.
    Sama halnya dengan para politikus, mereka hanya ingin mengejar kekuasaan, pujian, popularitas, dan keuangan, sehingga mereka mehalalkan segala cara untuk mendapatkan jabatan yang diinginkan.
    Cohtohnya dengan cara mengumbar janji manis untuk masyarakat, namun setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan, ia seolah* melupakan apa yang pernah ia janjikan.
    Kesimpulannya, konsumerisme bertujuan hanya untuk kepuasan diri sendiri. Dan kebanyakan orang yang melakukannya akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

  67. Nama : Siti Maimunah Agustin
    NPM : 1610110302

    Untuk konsumerisme itu pasti ada sisi positif dan negatifnya
    Untuk sisi positifnya : dalam sisi penjual akan menguntungkan si penjual karena semakin banyak orang yang konsumtif untuk memberi produk maka si penjual tersebut harus memproduksi barang tersebut secara terus menerus dan akan mengurangi pengangguran untuk memproduksi barang tersebut pasti kan membutuhkan karyawan.
    Dan untuk sisi negatifnya : jika barang yang trend, dan yang bisa memproduksi hanya orang di luar negri. Maka akan merugikan penjual yang ada di dalam negri dan merugikan negara karena inflasi akan terus meningkat. Misalnya : para perempuan yang selalu konsumtif terhadap barang barang branded seperti tas, sepatu. Dan barang barang tersebut kan hanya di produksi oleh orang luar negri

    Jadi menurut saya konsumerisme itu boleh. Asalkan kita mengetahui batasan batasannya. Maka manusia harus bisa memilih mana kebutuhan sandang, pangan, papan. Jika manusia membutuhkan untuk kebutuhan lainnya maka harus dipilih dengan benar.

  68. ADELIA YUNI NATASIYA
    1610110148

    Konsumerisme memiliki beberapa sisi baik dan sisi buruk sisi bari dari Konsumerisme mengurangi pengangguran dan menambah pendapatan pada sisi produsen dan tapi sisi negatif dari Konsumerisme inflasi apabila barang yang dikonsumsi dari luar negeri menghamburkan uang dan mengurangi rasa untuk menabung dan apabila menghamburkan uang untuk membeli barang tak diperulkan akan mengakibatkan kerusakan dan mubazir barang dan uang tapi manusia tidak akan puas oleh kebutuhan nya tetapi menurut saya Konsumerisme dibolehkan tetapi tidak berlebihan karna dia memiliki hal yang lumayan menguntunhkan untuk mengurangi pengangguran dan mendapatkan pendapatan dan menurut saya jika saya sendiri memilih yang ssaya inginkan kenapa karna sesuatu yang kita inginkan adalah sesuatu yang kita butuhkan

  69. fenomena yang menonjol dalam masyarakat saat ini, yang menyertai kemajuan ekonomi adalah berkembangnya konsumerisme yang ditandai dengan berkembangnya gaya hidup untuk memenuhi kepuasan diri, mereka membeli barang atas dasar keinginan untuk memiliki barang tersebut. Bukan karena mereka butuh tetapi hanya untuk menaikkan pamor mereka. Hanya karena ingin dipandang oleh orang-orang disekitarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Tuliskan nama anda