Mengapa hal itu terjadi? Rupanya pasar mulai mencerna pernyataan yang dikeluarkan oleh Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen pasca keputusan. Yellen mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru untuk menaikan suku bunga lagi. Fed memperkirakan target suku bunga acuan AS di 2016 ada di kisaran 1.25-1.50% atau sekitar 100 basis poin dibandingkan level saat ini. Kisaran 100 basis poin ini berarti Fed kemungkinan akan menaikan tingkat suku bunga sebanyak 4 kali di tahun 2016.

Namun para pelaku pasar, yang disurvei oleh beberapa media keuangan, memperkirakan target suku bunga akan di bawah level perkiraan Fed. Mengingat pengalaman di tahun 2015 dimana para pelaku pasar cukup lama menantikan kenaikan suku bunga AS yang pertama, para pelaku pasar memperkirakan Fed mungkin tidak akan menaikan suku bunga sebanyak 4 kali, tapi mungkin paling banyak 2 kali atau sekitar 50 basis poin. Keraguan para pelaku pasar yang terlihat dalam survei-survei media tersebut membuat penguatan Dollar AS terbatas.

 

Akan tetapi, hal ini tidak serta merta membuat Dollar AS melemah tajam. Potensi kenaikan lanjutan suku bunga akan membatasi pelemahan Dollar AS. Pasar juga melihat perekonomian AS bertumbuh ke arah yang positif dan mampu meredam penguatan suku bunga. GDP AS kuartal ke 3 tumbuh di kisaran 2,1%, dan rata-rata pertumbuhan GDP 2015 2,2% per kuartal, mendekati rata-rata pertumbuhan GDP tahun 2014 yang 2,5% per kuartal. Ini jauh lebih bagus dibandingkan rata-rata pertumbuhan GDP AS tahun 2013 yang hanya 1,5% per kuartal. Selain itu, ekonomi AS juga ditopang oleh tingkat pengangguran yang terus menurun. Tingkat pengangguran AS sempat berada di dekat angka 8% dan kini sudah berada di kisaran 5% dan mungkin bisa mencapai 4,7% di tahun 2016. Jumlah orang yang dipekerjakan semakin banyak akan memutar roda perekonomian AS dengan cepat sehingga pertumbuhan GDP bisa lebih tinggi.

Satu indikator ekonomi yang menjadi pertimbangan penting Fed yang bisa menghambat kenaikan suku bunga lanjutan adalah tingkat inflasi yang masih jauh di bawah 2%. Bila dalam perjalanan ke depannya, tingkat inflasi ini sulit untuk naik, Fed mungkin akan berpikir 2 kali untuk menaikan suku bunga lagi. Apalagi bila grafik ekonomi AS secara keseluruhan menurun pada kuartal selanjutnya, Fed mungkin akan melupakan rencana kenaikan suku bunganya.

Jadi segala keputusan Fed akan kembali lagi ke perkembangan indikator-indikator makro ekonomi AS. Indikator-indikator ini akan menjadi sinyal perubahan keputusan suku bunga AS ke depannya. Fed tidak akan gegabah menaikan tingkat suku bunga tanpa pertimbangan kekuatan ekonomi AS. Setelah kenaikan suku bunga AS yang sekarang, Fed tentunya akan melakukan analisa dampak kenaikan terhadap perkembangan ekonomi AS sebelum melakukan perubahan kebijakan lagi. Ini artinya Fed masih perlu waktu sebelum keputusan berikutnya. Banyak media melansir Fed baru akan menaikan suku bunga kembali di bulan Maret 2016.

Pergerakan nilai tukar utama dunia tidak hanya akan ditentukan oleh kebijakan moneter Bank Sentral AS. Bank sentral dunia lainnya juga akan turut mempengaruhi pergerakan nilai tukar seperti Bank Sentral Eropa (ECB), Bank Sentral Inggris (BOE), Bank Sentral Jepang (BOJ), Bank Sentral Australia (RBA), dll.

ECB, BOJ dan RBA masih mantap dengan program pelonggaran moneternya di 2015. Sementara BOE berkeinginan memperketat kebijakan moneternya. Namun semua rencana bank sentral tersebut sepertinya tidak sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar. ECB, BOJ dan RBA tidak mendorong pelonggaran pasar lebih jauh dan masih berkutat dengan kebijakan saat ini, padahal pasar berekspektasi ECB, BOJ dan RBA akan menambah kebijakan stimulusnya. BOE yang tadinya diyakini akan dengan cepat mengekor Fed untuk menaikan tingkat suku bunga, saat ini diyakini akan menunda lebih lama lagi kenaikan tersebut. Ini karena tingkat inflasi Inggris masih jauh di bawah harapan.

Dengan demikian, kemungkinan di kuartal pertama tahun 2016, Euro, Yen dan Dollar Australia masih mampu bertahan di atas level rendah terhadap Dollar AS. EURUSD mungkin masih akan bertahan di kisaran 1.0460-1.1720, USDJPY di kisaran 115.80-125.85, AUDUSD di kisaran 0.6900-0.7500 dan GBPUSD akan sedikit tertekan ke 1.4300-1.5500.

 

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaIngin atau Butuh?
Artikel SelanjutnyaThe Fed bikin Baper

27 KOMENTAR

  1. Apabila The Fed menaikkan suku bunga, tentu saja akan berdampak kepada seluruh perekonomian dunia, karna nilai tukar dollar juga akan meningkat dan akibatnya inflasi meningkat pula. Apabila perekonomian sedang mengalami kelesuan, Bank Indonesia dapat menggunakan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga untuk mendorong aktifitas ekonomi. Penurunan suku bunga acuan (BI Rate) menurunkan suku bunga kredit akan direspon oleh dunia usaha dan rumah tangga melalui meningkatnya permintaan kredit perbankan. Dengan peningkatan tersebut maka investasi oleh dunia usaha dan konsumsi oleh rumah tangga akan meningkat, ceteris paribus. Penurunan suku bunga kredit juga akan menurunkan biaya modal perusahaan untuk melakukan investasi. Ini semua akan meningkatkan aktifitas konsumsi dan investasi sehingga aktifitas perekonomian semakin bergairah.

  2. 1510210068 / Pratiwi Daniar Cahyani
    Menurut pendapat saya. Kebijakan BI dalam mengantisipasi adanya gejolak global ini adalah dengan cara bertahap agar tidak terjadi inflasi besar besaran. Semisal suku bunga awal 2% kemudian naik menjadi 4%. BI otomatis mengikuti tingkat kenaikan tersebut tetapi dengan cara bertahap. Misalnya beberapa langkah awal kenaikan di naikkan menjadi 2,5%, kemudian 3.0% dan sampai 4% . Kegiatan ini bertujuan supaya perekonomian tidak terlalu kaget jika ada gejolak seperti ini. Sebaliknya jika suku bunga turun BI pun juga harus menurunkan secara bertahap. Jadi inflasi yang di sebabkan tidak terlalu timpang.

  3. Tangguh Prakoso Agari (1510210176)
    Menurut saya langkah” yang akan diambil oleh Bank Indonesia adalah dengan pengelolaan utang luar negeri akan menjadi langkah antisipatif bank sentral Indonesia untuk memigitasi risiko terhadap kemungkinan penguatan nilai mata uang dolar AS. “Transmisi yang paling cepat adalah pasar keuangan terutama di foreign exchange market.
    Dan ada beberapa hal lagi yang menurut saya seperti di Indonesia, kebijakan ekspansif yang dilakukan bank sentral negara maju telah menyebabkan derasnya arus masuk modal. Hal ini akan meningkatkan aset dan sekaligus kewajiban karena penyerapan likuiditas valas bank sentral sehingga hal itu menambah kompleksitas pada laporan keuangan bank sentral. Membesarnya valas yang dipegang bank sentral juga muncul risiko kurs yang dapat berpengaruh terhadap surplus atau defisit keuangan bank sentral.

  4. Gazza Muhammad O.
    NPM : 1510210318

    Menurut saya seharusnya BI ikut meningkatkan suku bunganya karena jika tidak ditingkatkan maka, bisa jadi investor Indonesia akan mengalihkan perhatiannya ke Amerika, karena laba didapat dari pasar keuangan Amerika cukup besar

  5. Rianita Dwi Putri 1410208758
    Pendapat saya , Bank Indonesia akan melakukan naik dan turunnya suku bunga dengan perlahan ,kenapa di perlakukan seperti itu jadi tidak ada gejolak perekonomian secara drastis bagi masyarakat .dan Bank Indonesia akan mempunyai target suku bunga yang akan di sesuaikan dengan masyarakat. Seperti 3% – 5% untuk kenaikan dan turunnya suatu suku bunga,BI Tentu memikirkan suku bunga yang sesuai dengan proposi negara dan tidak menimbulkan inflasi

  6. menurut saya agar tidak terjadi inflasi maka BI harus perlahan menaikkan suku bunga jadi jika kebijakkan The Fed terjadi BI tidak langsung mengalami inflasi terlalu tinggi .

  7. Yang harus dulakukan Bank Indonesia untuk mengantisipasi gejolak dari global atas kebijakan The Fed dalam mengubah suku bunganya adalah dengan cara Bank Indonesia dapat secara perlahan menaikkan suku bunga yang ada pada BI supaya tidak mengalami perubahan yang signifikan terhadap keuangan atau tidak sampai mengalami inflasi dalam menghadapi keputusan The Fed yang sedang diperdebatkan bank sentral dunia atau global atas rencananya untuk menaikan suku bunganya.

  8. Menurut saya. Kebijakan dalam mengantisipasi adanya gejolak global ini dengan cada bertahap agar tidak adanya terjadi inflasi. Seperti suku bunga yang awalnya kecil kemudian malah naik lagi. BI otomatis mengikuti kenaikan tetapi dengan cara yang bertahap. Kegiatan ini bertujuan agar perekonomian tidak terlalu shock jika terjadi seperti ini. Sebaliknya jika suku bunga turum pun juga menurunkan secara bertahap. Maka, inflasi yang disebabkan tidak terlalu anjlok.

  9. Menurut saya bank indonesia bisa menaikkan suku bunga simpanan Fasbi (fasilitas simpanan Bank Indonesia) atau deposit facility untuk menenangkan gejolak pasar dan bisa juga dengan meringankan pajak kepada perusahaan yg menempatkan devisa hasil ekspor di perbankan dalam negeri

    Mochamad Rizky Kurniawan
    1510210308

  10. Dalam mengantisipasi gejolak global akibat kebijakan the fed dalam menaikan suku bunga bank indonesia.
    Akibat dari naiknya suku bunga maka kenaikan ini dapat berdampak ke perbankan indonesia khususnha bank indonesia. Karena ketika suku bunga acuan dari bank sentral ataupun pejabat tinggi bank naik maka dapat berimbas kepada negara yang berkapasitas keuangan rendah.

    Oleh karena itu bank indonesia menjaga suku bunga pada kisaran 7,5%.
    Dalam tahun 2016 bi memperkirakan inflasi yg dihadapi oleh kndonesua masih dalam tahap tingkat yang rendah. Tetapi hal ini dapat berdampak kepada rupiah. Rupiah akan melemah dan berkisar Rp. 13.800 – Rp. 14.000 per Dolar Us nya.

    Bank indonesia pun berupaya untuk menurunkan tingkat suku bunga kredit guna meningkatkan investasi pada keadaan seperti ini. Bank indonesia juga membuat suatu kebijakan iklim yang kempetitif agar dapat meningkatkan investasi, dengan peningkatan ini bank indonesia juga membutuhkan dukungan dari aspek pemerintah, infrastruktur dan perekonomian guna mendapat hasil dari segi kuantitas maupun kualitas demi menjaga tingkat suku bunga bank indonesia.

    Dalam hal ini ketika suku bunga itu naik maka erat kaitannya dalam hal memicu inflasi. Karena pada dasarnya ketika suku bunga sentral itu naik maka akan berimbas pula kepada bank bank yg ada dilingkup beberapa negara. Untuk itu bank indonesia bekerjasama dengan pemerintah untuk mengatur jalannya inflasi. Bank indonesia mengelolah beberapa kebijakan guna melonggarkan tingkat Keuangan Makro dan Penurunan Tingkat giro wajib minimum. Hal ini akan dapat memberikan manfaat kepada bank indonesia untuk menjaga likuiditas.
    Dalam penjagaannya juga bank indonesia mempertahankan tingjat likuiditasnya guna mengantisipasi tingkat inflasi yang naik.

  11. Fed menaikkan suku bunganya karena nilai mata uangnya turun, dengan kenaikan suku bunga $, maka akan berdampak juga terhadap mata uang Rp. Indonesia dan negara berkembang yang lainnya, Indonesia harus tetap mempertahankan nilai suku bunga dan peredarannya, serta tetap mempertahankan nilai krusnnya terhadap $.
    Cara Indonesia untuk menaikan nilai Rp terhadap $ dengan mengurangi barang-barang import dan lebih baik memakai priduct dalam negeri dan memperluas UKM dan juga membeli surat berharga yang dijual dengan dollar karena nilai dolar turun.

  12. Jadi hal yang bisa di lakukan oleh Bank Indonesia adalah :
    1. Suku Bunga Acuan (BI Rate)
    BI Rate merupakan suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.
    2.Tingkat Inflasi
    Inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.
    3.Suku Bunga Perbankan
    Suku bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank, yang berdasarkan prinsip konvesional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Penurunan  suku bunga acuan (BI Rate) secara bertahap akan segera diikuti turunnya suku bunga kredit perbankan.

  13. Hal yang dilakukan adalah Bank indonesia melakukan kegiatan reformasi guna membenahi sisi suplai, dan menekan efek dari inflasi. Selain itu, Bank indonesia menerapkan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas mekroekonomi.

  14. Menurut pendapat saya, akan berdampak ke indonesia. BI menjaga menjaga suku bunga berkisaran 7,5%. Dalam periode 2016 mengestimasi inflasih masih dlm tingkat tengah-tengah. Akan tetapi rupiah berpotensi melemah 13800 – 1400 /dolar.
    Upaya-upaya yg dilakukan oleh pihak BI. Menurunkan suku bunga kreditnya guna meningkatkan investasi, membuat kebijakan-kebijakan iklim yg kompetitif agar meningkatkan investment. Dan juga membutuhkan dorongan infrastruktur dan perekonomian dari kuantitas maupun kualitas.
    Nama : Erpan
    Npm : 1510209835

  15. Nia Mahmunah / NPM: 1510209831
    April 20, 2017 at 12:23 pm
    Your comment is awaiting moderation
    Nia Mahmunah, NPM : 1510209831
    1. Membeli surat berharga luar negeri
    2. Menaikkan suku bunga dari bank umum
    3. Membeli surat hutang luar negeri
    4. Sering mengadakan export ke luar negeri
    5. Memperkenalkan budaya Indonesia ke luar negeri, agar orang luar berbondong-bondong ke Indonesia. Sehingga Indonesia mendapatkan Devisa

  16. Jerry Lukita Ardy
    151020829
    Kebijakan moneter melalui suku bunga diperlukan untuk mengarahkan perekonomian agar tetap berada dalam zona yang stabil sehingga dapat tumbuh secara berkelanjutan. Tugas otoritas moneter adalah mengerem pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang terlalu lambat.

    Jika Fed Funds Rate naik 25 bps dan BI 7-day repo rate, tetap maka selisih keduanya berkurang dari 400 bp menjadi 375 bp. Selisih ini dianggap kurang menarik oleh investor karena dengan memperhitungkan risiko, perbedaan suku bunga di Indonesia dan AS seharusnya berkisar 400 – 500 bps.

    Namun, sebelum mengambil pilihan menaikkan suku bunga, BI harus benar-benar cermat menghitung potensi-potensi masalah ke depan. Salah satunya adalah kredit perbankan.

    Laju kredit perbankan pada 2016 hanya 7,9 persen, terendah selama era reformasi. Padahal selama 2016, suku bunga berada dalam tren menurun.

    Kenaikan suku bunga acuan tentu akan mengerek suku bunga perbankan. Bila suku bunga kredit semakin mahal, minat masyarakat mengajukan kredit akan semakin berkurang.

    Artinya, laju kredit pada 2017 akan tetap lambat. Padahal, kredit perbankan merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

    Pertumbuhan ekonomi juga akan terkontraksi bila suku bunga acuan dinaikkan. Namun, bukan berarti BI mengabaikan petumbuhan ekonomi jika menaikkan suku bunga. BI justru sedang menyelamatkan perekonomian agar ke depan tetap bisa tumbuh dengan stabil.

  17. Jadi, yang harus di lakukan oleh Bank Indonesia untuk mengantisipasi gejolak global sebagai akibat The Fed dalam mengubah suku bunga yaitu :
    1. Bank Indonesia tetap menstabilkan BI Rate (tingkat suku bunga) agar perekonomian dan tingkat inflasi tetap stabil.
    Saat Bank Indonesia merasa tingkat inflasi melemah maka Bank Indonesia akan berdiskusi dengan pemerintah untuk meningkatkan suku bunga agar insflasi naik. Saat itu Bank Indonesia harus memantau dengan baik agar inflasi tidak terlalu tinggi. Saat inflasi sudah melampaui batas Bank Indonesia akan menurunkan tingkat suku bunga agar inflasi yg terjadi di Indonesia tidak terlalu tinggi. Setelah di turunkan, perlahan tingkat BI Rate (suku bunga) agar kembali stabil.

  18. Jadi, usaha yang harus dilakukan Bank Indonesia untuk mengantisipasi gejolak gelobal sebagai akibat The Fed dalam mengubah suku bunga yaitu Bank Indonesia pada awalnya harus mempertahankan BI Rate (Tingkat Suku Bunga BI), karena setiap negara berhak menetapkan suku bunga yang berbeda sesuai dengan keadaan ekonomi negara tersebut, BI mempertahkan BI Rate agar menstabilkan perekonomian indonesia dan inflasi yang terjadi di indonesia. Saat Bank Indonesia merasa dampak dari the fed semakin meningkatkan inflasi maka Bank Indonesia harus menurunkan BI Rate yang berlaku dengan didukung kebijakan pemerintah yang lain yang akan meningkatkan investasi,konsumsi dan kredit yang akan menperkuat perekonomian indonesia. Sebaliknya jika inflasi turun maka BI Rate harus dinaikan untuk menguatkan perekonomian Indonesia dengan didukung oleh kebijakan pemerintah yang lain.

  19. Menurut saya yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia adalah yang pertama mempertahan tingkat suku bunga untuk menjaga kestabilan perekonomian Indonesia. Yang kedua jika perekonomian melemah maka BI akan menurunkan tingkat suku bunga untuk memperkuat perekonomian Indonesia yang akan meningkatkan tingkat kredit dan investasi. Hal ini adalah kebijakan moneter yang juga harus diimbangi dengan kebijakan pemerintah lainnya. menurunkan tingkat suku bunga untuk meningkatkan inflasi pada tingkat tertentu. Saat inflasi melebihi batas makan BI akan menaikkan tingkat suku bunga untuk menurunkan inflasi.

  20. Menurut saya, Bank Indonesia menyiapkan strategi, dengan melakukan reformasi untuk membenahi sisi suplai dan meminimalisir efek inflasi serta menjaga batas transaksi berjalan. Selain itu, Bank Indonesia juga akan terus melakukan bauran kebijakan moneter dengan stabilitas makro keuangan.

    Nama : Abdul Haris
    NPM : 1510210329

  21. Untuk mengatasi Suku bunga. Maka berdampak ke Indonesia. BI Akan menjaga Suku bunga yang di kisaran Sebanyak 7,5%
    Dalam waktu tahun 2016 BI memperkerakan inflasi yang Akan bermasalah Dalam Tinggal Rendah Akan tetapi rupiah kompetensi melemah yang semula dari 13.800 menjadi 14.000/detiknya.

    Ubaya BI adalah menurut Suku bunga kredit guns Akan meningkatkan investi. Yang Akan membuat kebijakan Iklim yang kompetetif agar Dapat meningkatkan insesment. Dan juga membutuhkan dukungan ke infrastuktur dan ekonomi dari kualitas maupun kuantitas yang bertujuan untuk mengembangkan BI.

    NAMA= MUHAMMAD CANDRA WIBISONO
    NPM = 1510209763
    SMX-3

  22. Shinta defi / 1520210181
    menurut saya, dengan adanya kenaikan suku bunga yg tinggi akan memberi dampak negatif terhadap Negara. Sebenarnya bila suku bunga naik dalam tingkat kewajaran akan memberi dampak yang baik, terutama dalam rangka mendorong investor asing untuk menanamkan modalnya, misalnya SBI. namun bila kenaikan terjadi terlalu berlebihan akan mendorong kenaikan rupiah yg menyebabkan impor akan lebih murah dari ekspor, ini akan memberi pengaruh negatif pada pertumbuhan & kegiatan perekonomian, kenaikan suku bunga akan menurunkan saham & investasi. bila ini berlanjut maka akan terjadi krisis moneter. hal ini kebijakan moneter perlu di lakukan oleh BI, salah satunya menjaga kestabilan suku bunga agar nereca pembayaran tetap balance.

  23. menurut pendapat saya yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia yg pertama adalah mengelola suku bunga agar tetap stabil, setelah stabil lalu menurunkan suku bunga agar meningkatkan tingkat inflasi, setelah itu menaikkan suku bunga agar inflasi turun.

  24. NAMA : AYU WIDIASTUTI
    NPM : 1310208247

    Yang harus dilakukan BI yaitu dengan melakukan mekanisme kebijakan moneter.Munculnya instrumen baru pada tanggal 19 agustus 2016 yaitu Instrumen BI 7-Day Repo Rate sebagai acuan yang baru. Perubahan BI 7DRR mempengaruhi inflasi melalui berbagai jalur, diantaranya jalur suku bunga, jalur kredit, jalur nilai tukar, jalur harga aset, dan jalur ekspektasi.
    Pada jalur suku bunga, perubahan BI 7DRR mempengaruhi suku bunga deposito dan suku bunga kredit perbankan. apabila tekanan inflasi mengalami kenaikan, Bank Indonesia merespon dengan menaikkan suku bunga BI 7DRR untuk mengerem aktifitas perekonomian yang terlalu cepat sehingga mengurangi tekanan inflasi.
    Perubahan suku bunga BI 7DRR juga dapat mempengaruhi nilai tukar. Mekanisme ini sering disebut jalur nilai tukar. Kenaikan BI 7DRR, sebagai contoh, akan mendorong kenaikan selisih antara suku bunga di Indonesia dengan suku bunga luar negeri. Dengan melebarnya selisih suku bunga tersebut mendorong investor asing untuk menanamkan modal ke dalam instrument-instrumen keuangan di Indonesia seperti SBI karena mereka akan mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi.
    Perubahan suku bunga BI 7DRR mempengaruhi perekonomian makro melalui perubahan harga aset. Kenaikan suku bunga akan menurunkan harga aset seperti saham dan obligasi sehingga mengurangi kekayaan individu dan perusahaan yang pada gilirannya mengurangi kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti konsumsi dan investasi.
    Dampak perubahan suku bunga kepada kegiatan ekonomi juga mempengaruhi ekspektasi publik akan inflasi (jalur ekspektasi). Penurunan suku bunga yang diperkirakan akan mendorong aktifitas ekonomi dan pada akhirnya inflasi mendorong pekerja untuk mengantisipasi kenaikan inflasi dengan meminta upah yang lebih tinggi. Upah ini pada akhirnya akan dibebankan oleh produsen kepada konsumen melalui kenaikan harga.

  25. afif setyo adjie 1510210317
    Menurut saya yaitu dengan cara menerbitkan obligasi. Makin lebar difisit, makin banyak obligasi yang diterbitkan. Untuk menarik minat lender maka suku bunga harus dinaikkan dan hal ini menyebabkan tekanan peningkatan suku bunga jangka panjang atau obligasi. Indonesia juga membutuhkan kebijakan perpajakan lebih ramah agar dunia usaha dan penciptaan lapangan pekerjaan terus berkembang, dan juga menurunkan suku bunga acuan agar dapat menekan suku bunga kredit

  26. Nadhifia Hibatullah
    1510210303 / SMX-3

    Menurut pendapat saya, yang harus dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengantisipasi gejolak global sebagai akibat kebijakan The Fed dalam mengubah suku bunganya adalah dengan mengikuti kenaikan/penuruan suku bunga secara bertahap. Dengan cara mengikuti kenaikan/penurunan suku bunga secara bertahap maka perekonomian tidak kebingungan dengan kenaikan/penurunan yang terjadi. Tingkat inflasinya pun bisa normal

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Tuliskan nama anda