Perkembangan dunia bisnis saat ini memaksa para pebisnis untuk mengubah strategi bisnisnya ke digital. Salah satu faktor yang membuat bisnis bertahan saat ini adalah keterlekatan dengan konsumennya, hal ini hanya bisa dilakukan dengan cepat dan mudah melalui dunia digital, seperti sosial media, email, aplikasi chating dan lain-lain.

Perubahan cara berbisnis ini, menciptakan sebuah peluang karir baru sebagai digital marketing. Dan jika anda melihat atau mencari lowongan pekerjaan di surat kabar atau search di google mengenai “lowongan digital marketing” maka anda akan mendapati mulai dari kelas toko di mangga dua hingga perusahaan besar seperti CT Corp mencari tenaga digital marketing.

Kenapa digital marketing penting bagi perusahaan? karena ada 3.5 milyar orang berada di internet dan sekitar 2 milyar orang memiliki dan menggunakan setidaknya satu atau beberapa aplikasi sosial media, dan jumlahnya terus berkembang setiap hari. Hal ini sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk mendapatkan konsumen dari pasar yang besar ini. Permasalahannya adalah dibutuhkan orang-orang yang tepat dan terlatih untuk mengkonversi pengguna sosial media menjadi konsumen.

Beberapa negara seperti Amerika, Inggris, Australia, Singapura dan India bersedia memberikan gaji yang sangat tinggi untuk digital marketer pemula. Survey yang dilakukan simplilearn menyatakan walaupun permintaan akan digital marketer sangat tinggi , lebih dari 50% posisi digital marketer tidak terisi, sehingga menimbulkan celah yang luas antara permintaan dan penawaran.

Jika anda baru terhadap dunia digital marketing, maka sekaranglah saatnya anda belajar dan menguasai digital marketing, anda bisa memulainya dengan menguasai hal-hal sederhana seperti sosial media marketing, search engine marketing, copywriting atau membuat website. Kemudian setiap ada kesempatan perdalamlah ilmu anda untuk membangun karir di dunia digital marketing.

Dibawah ini adalah ringkasan dari Simplilearn yang mengaris bawahi keuntungan menjadi seorang digital marketer :

Pilihan berkarir :

  1. Search Engine Marketing
  2. Social Media Marketing
  3. Inbound Marketing
  4. Content Marketing
  5. Email Marketing
  6. Analytics
  7. Copywriting
  8. Web Design and Development
  9. Advertising

Gaji di 5 negara :

1. Australia (dalam dolar Australia/tahun)

  • Entry Level = AUD$ 70.292
  • Mid Level = AUD$ 83.851
  • Experienced = AUD$ 95.790

2. Amerika (dalam dolar Amerika/tahun)

  • Entry Level = US$ 55.275
  • Mid Level = US$ 70.101
  • Experienced = US$ 80.739

3. Singapura (dalam dolar Singapura/tahun)

  • Entry Level = SING$ 46.032
  • Mid Level = SING$ 63.772
  • Experienced = SING$ 81.632

4. Inggris (dalam poundsterling/tahun)

  • Entry Level =  £ 29.564
  • Mid Level =  £ 36.257
  • Experienced =  £ 39.539

5. India (dalam Rupee/tahun)

  • Entry Level =  377.521 Rupee
  • Mid Level = 701.626 Rupee
  • Experienced = 1.100.000 Rupee

Kehidupan seorang digital marketer sebagai berikut :

  • Profesional
  • Mempunyai banyak pilihan
  • Menjadi bos untuk diri sendiri
  • Mempunyai jaringan profesional
  • Waktu flexible
  • Belajar hal-hal baru
  • Membawa perubahan
  • Berjalan keliling dunia

Prospek social media marketing di Indonesia sangatlah besar. Masih ada banyak sekali peluang untuk di-explore di bisnis bidang ini, terlebih mengingat pengguna internet dan media sosial yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia, yaitu peringkat ke-4 dunia, dengan jumlah 250 juta penduduk. Dari sekian banyak penduduk Indonesia, berdasarkan data dari Menkominfo, pengguna internet mencapai 79 juta orang. Dari 79 juta orang tersebut, sekitar 95% menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Artinya bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, baru sekitar 30% penduduk yang benar-benar aktif menggunakan internet.

Bisa dilihat bahwa pengguna internet di Indonesia baru mencapai 34% dibanding total populasinya. Ini berarti bahwa masih ada peluang yang sangat besar bagi digital marketing, yang umumnya berkecimpung di social media marketing, untuk bertumbuh jauh lebih besar. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh We Are Social, kenaikan jumlah pengguna internet di Indonesia dari Januari 2015 sampai Januari 2016 naik cukup tinggi, sekitar 15%. Hal yang sama juga terjadi pada jumlah pengguna media sosial, yaitu naik 10%. Hal ini ditambah dengan semakin meluasnya jaringan internet di Indonesia, sehingga semakin bisa menjangkau penduduk yang bertempat tinggal di daerah-daerah terpencil yang sulit dijamah teknologi.

Dari sisi perusahaan, peluang bisnis ini juga semakin dilirik. Pada tahun 2008, perusahaan di Indonesia menghabiskan Rp 100 milyar di digital marketing. Lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2013, perusahaan di Indonesia berani menggelontorkan Rp 2 triliun. Kenaikan 2000% dalam waktu 5 tahun bisa dibilang sangat singkat. Melihat hal ini, bisa dianggap bahwa perusahaan-perusahaan besar sudah melihat adanya peluang bisnis yang besar di bidang ini.

Smartphone yang semakin murah pun menjadi salah satu faktor naik daunnya bisnis ini. Sudah menjadi hal yang lumrah bagi pengguna smartphone untuk mengakses internet dan media sosial dari gadget-nya. Dengan semakin banyaknya pengguna smartphone, hal ini berbanding lurus dengan pengguna media sosial yang semakin bertambah banyak dari tahun ke tahun.

Di Indonesia juga sudah menjadi hal yang lumrah bagi seseorang untuk aktif di lebih dari satu media sosial. Bisa dibilang anda kurang “eksis” dalam pergaulan bila anda hanya mempunyai satu media sosial. Fakta ini membuat para pebisnis yang menggunakan social media marketing tersenyum lebar, karena ini berarti mereka lebih mudah menggapai konsumen dengan banyaknya opsi media sosial yang tersedia.

Bila ditarik kesimpulan dari fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa prospek social media marketing di Indonesia sangatlah besar. Masih ada banyak sekali peluang untuk di-explore di bisnis bidang ini, terlebih mengingat pengguna internet dan media sosial yang terus bertambah dari tahun ke tahun. Banyaknya penduduk di Indonesia pun bisa menjadi salah satu acuan kenapa bisnis ini akan terus berkembang. Dengan “hanya” 30% penduduk yang menggunakan media sosial, bisa dibayangkan betapa besarnya peluang bisnis ini untuk kedepannya.

BAGIKAN
Artikel SebelumnyaApa itu Costumer Intimation?
Artikel SelanjutnyaMetpen 171

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Tuliskan nama anda