Hai, assalaamu’alaykum wr.wb.

Oke, setelah kita menetapkan produk apa yang kita tawarkan kepada pelanggan, selanjutnya kita menghadapi tantangan baru, yaitu menetapkan harga. Dalam video ini akan saya bahas aspek krusial dalam berbisnis, yaitu strategi penetapan harga bauran produk.

So, bagaimana cara kita merumuskan sekaligus menjalankan strategi penetapan harga bauran produk yang kita tawarkan ke pelanggan? Setidaknya ada 5 strategi harga bauran produk yang telah saya catat yaitu penetapan harga lini produk, penetapan harga produk tambahan, penetapan harga kaptif, penetapan harga produk sampingan dan penetapan harga produk bundel.

Strategi penetapan harga produk sering harus diubah jika produk tersebut menjadi bagian dari sebuah bauran produk. Dalam kasus tersebut, perusahaan mencari seperangkat harga yang memaksimalkan laba dari bauran produk total. Penetapan harga terasa sulit karena beragam produk tersebut mempunyai biaya-biaya dan permintaan masing-masing dan menghadapi derajat persaingan yang berbeda-beda. Terdapat beberapa strategi harga yang lasim digunakan dalam kaitan dengan penetapan harga, yaitu harga lini produk, harga pilihan, harga produk kaptif, harga produk sampingan, dan harga produk gabungan.

Penetapan Harga Lini produk
Penetapan harga lini produk yaitu menetapkan tingkatan-tingkatan harga diantara berbagai produk dalam sebuah lini produk, dimana harga didasarkan  pada perbedaan-perbedaan biaya di antara produk-produk tersebut. Produk-produk dalam lini produk memiliki jenis yang berbeda, sehingga pembuatannya akan menghasilkan biaya yang berbeda pula.  Evaluasi pelanggan terhadap fitur-fitur yang berbeda-beda juga akan menjadi pertimbangan dalam penetapan harga lini. Produk dengan fitur yang populer dan banyak dicari akan berbeda harganya dengan yang kurang dicari, meskipun biaya pembuatannya sama. Harga produk lini juga akan mempertimbangkan harga-harga produk yang sama dari para pesaing. Penjualan handphone dengan berbagai model dengan fitur beragam, pakain, dan sepatu sering menggunakan harga produk lini. Pembeli akan membayar berdasarkan harga masing-masing item produk.

Penetapan Harga Produk Tambahan.
Penetapan harga produk tambahan adalah penetapan harga dimana besarnya harga didasarkan pada kombinasi produk tambahan atau produk aksesori yang menyertai produk utama. Dalam hal ini terdapat produk utama, yaitu produk keseluruhan standard dan produk tambahan sebagai tambahan pada produk standard. Pembeli bisa memilih apakah membeli produk standard saja, atau ditambah dengan aksesori tertentu, dimana tambahan aksesori akan menambah biaya. Membeli mobil akan ada komponen produk standard dengan harga tertentu, dan konsumen bisa menambah misalnya aksesori tambahan pada mobil yang selanjutnya keduanya akan ditentukan harganya. Pembelian komputer, dimana ada produk standard, dan pembeli mungkin menambangkan printer atau sound system, dimana tambahan tersebut akan menambah harga produk.

Penetapan Harga Kaptif
Penetapan harga produk kaptif adalah menetapkan harga untuk produk-produk yang harus digunakan bersama dengan produk utama. Hubungan antar produk adalah komplementer, dimana tidak bisa digunakan jika produk satunya tidak ada. Seseorang harus membeli produk utamanya dan produk komplennya. Kompelemen produk bukan hanya bersifat aksesoris, namun fungsional. Contoh penetapan harga ini adalah seperti pada harga film dan kamera, harga kartu perdana dan pulsa pada jasa telekomunikasi, uang kuliah yang membedakan antara uang kuliah pokok yang dibayar setiap semester dan uang sks, dan harga tape recorder dan kaset. Penetapan harga kaptif biasanya mudah pada produk pokoknya namun agak mahal pada produk komplemennya. Hal ini ditujukan agar konsumen membeli produk pokoknya.

Penetapan Harga Produk Sampingan
Penetapan harga produk sampingan adalah menetapkan harga produk-produk sampingan dalam rangka membuat harga produk utama lebih kompetitif. Produk sampingan adalah produk sampingan hasil proses produksi produk utama. Penetapan harga produk sampingan biasanya berpedoman pada harga tertentu sehingga harga lebih tinggi daripada biaya menyimpan dan mengirimkan produk sampingan tersebut. Dari praktek itu memungkinkan penjual mengurangi biaya dan dapat menurunkan harga produk utama sehingga dapat membuatnya lebih kompetitif di pasar. Produk-produk sampingan yang kurang berguna dapat berubah menjadi menguntungkan. Contoh penetapan harga ini adalah pada harga kain perca pada usaha garmen, bubuk kayu pada penggergajian kayu, dan ampas tebu pada perusahaan gula.

Penetapan Harga Bundelan Produk
Bundelan produk adalah kumpulan beberapa item produk yang dijual dengan harga satu dalam satu bundel, yang biasanya harganya lebih rendah dibanding dengan harga masing-masing itemnya.  Pembundelan harga dapat meningkatkan penjualan sejumlah produk yang konsumen sebenarnya tidak berniat membeli, karenanya harga kombinasi harus cukup rendah supaya dapat membujuk konsumen membeli bundelan tersebut. Contoh penetapatan harga ini adalah pada harga parcel, dimana dalam parcel terdapat beberapa item produk namun semua dijual dengan satu harga.

So. Itu tadi 5 macam strategi penetapan harga yang memudahkan pelanggan untuk mengonsumsi produk kita

Semoga bermanfaat dan Jangan lupa untuk share di seluruh media sosial yang Anda miliki agar kita berkontribusi dalam perjuangan membuat Indonesia lebih cerdas.

Well, have a nice day and happy working, Guys. Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Tuliskan komentar
Tuliskan nama anda